Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, Rabu (16/1/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Eko Rustamto, meminta Pemkab untuk tidak hanya bertumpu pada tiket retribusi objek wisata untuk mendongkrak pendapatan. Menurutnya, Pemkab bisa menggenjot pemasukan salah satunya dengan mengoptimalkan pajak hotel dan restoran. “Harus ada sektor lain yang harus bisa dioptimalkan,” kata Eko, Rabu (23/10/2019).
Selama ini, menurut Eko, Pemkab terlalu bergantung pada pemasukan dari tiket masuk objek wisata. Kebijakan itu, menurut Eko, harus diubah sehingga ada inovasi dalam hal pendapatan. “Saya yakin kalau pajak hiburan atau pajak hotel dan restoran dimaksimalkan, maka pendapatan bisa lebih banyak ketimbang dengan retribusi masuk kawasan wisata,” tuturnya.
Meski demikian, penarikan di sektor pajak hiburan maupun hotel dan restoran harus diimbangi dengan penyediaan sarana prasarana pendukung yang memadai. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung yang datang. “Harus ada imbal baliknya. Yang jelas, potensi pajak di sektor pariwisata belum dioptimalkan dan ini harus dimanfaatkan untuk mendongkrak pendapatan,” tuturnya.
Untuk memaksimalkan pengembangan wisata, Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul harus fokus dalam promosi maupun pengembangan destinasi. Meski demikian, saat ini Dinpar belum fokus karena masih sibuk berupaya mencapai target PAD wisata dari sektor retribusi tiket masuk. “Biar fokus harusnya masalah retribus tidak ditangani sendiri. Kalau tidak bisa dipihakketigakan, pengelolaan bisa dilakukan dengan membentuk BUMD di sektor wisata,” kata politikus Partai Demokrat ini.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan, tahun ini menargetkan kunjungan sebanyak 3,7 juta dan dengan pendapatan Rp27.823.128.500. Namun hingga Jumat (18/10), jumlah pengunjung yang masuk baru sebanyak 2.383.276 orang dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp18.011.910.235. “Masih ada kekurangan sekitar Rp9,8 miliar. Mudah-mudahan target ini bisa dicapai di akhir tahun,” katanya.
Menurut dia, untuk menutupi kekurangan target PAD sangat bergantung dengan libur di akhir tahun dan liburan anak sekolah. Hari berharap libur akhir tahun bisa mendongkrak pendapatan di sektor kepariwisataan. “Potensi yang ada akan kami maksimalkan,” katanya.
Menurut Hary, tidak tercapainya target di tahun lalu tidak lepas dari sejumlah isu seperti adanya gelombang tinggi di kawasan pesisir Gunungkidul. Selain itu, juga dipengaruhi menurunnya jumlah kunjungan di sektor utara. “Destinasi pantai masih menjadi primadona. Tapi untuk menggenjot pendapatan, kami juga akan mengoptimalkan destinasi minat khusus seperti Gua Pindul, Air Terjun Srigetuk, Gunung Api Purba Nglangeran hingga kawan Embung Batara Sriten,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.