Desa Pampang Kembangkan Agrowisata

Seorang petani di Kecamatan Semanu mengolah lahan, belum lama ini. - Harian Jogja/Muhammad nadhir Attamimi
23 Oktober 2019 23:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kelompok Tani Muda Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, menginisiasi pendirian desa agrowisata. Ide ini tidak lepas dari keberhasilan mengembangkan konsep wisata petik buah semangka yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Penasihat Kelompok Tani Muda Pampang, Rahmad Asnawi, mengatakan animo masyarakat terhadap wisata petik buah semangka sangat tinggi. Terbukti, dari dua kali panen semangka yang ditanam ludes terjual. “Ini sangat membanggakan karena semangka yang ditanam bisa memberikan banyak penghasilan baik kepada petani maupun pengelola,” kata Rahmat, Rabu (23/10/2019).

Menurut dia, keberhasilan ini menjadikan motivasi mendirikan desa agrowisata. Pengembangan ini bukan tanpa alasan karena Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata banyak menarik minat warga untuk berkunjung. “Setiap tahun tidak kurang dari dua juta wisatawan yang datang. Coba ditarik ke Pampang dua persen dari total pengunjung, sudah bisa untuk memajukan Desa Pampang,” katanya.

Untuk pengembangan agrowisata Kelompok Tani Muda Desa Pampang menyiapkan sejumlah perencanaan. Selain terus mengembangkan buah semangka dan tanaman hortikultura lainnya, pengelola berencana membangun sumur air dalam. Instalasi ini dibuat untuk pemeliharaan tanaman saat kemarau. “Anggaran pembangunan sumur kami peroleh dari bantuan pihak ketiga,” katanya.

Untuk mewujudkan agrowisata, pada 2020 benih semangka yang ditanam lebih banyak dan mencapai 50.000 benih. Rencananya penanaman akan disesuaikan dengan libur Lebaran 2020. “Target kami bisa panen seminggu sebelum dan sesudah Lebaran. Guna mencapai target ini kami mulai melakukan persiapan, salah satunya dengan pembangunan sumur bor,” katanya.

Salah seorang petani di Desa Pampang, Budi Susilo, mengatakan ide wisata petik buah semangka memberikan hasil yang positif karena lebih menguntungkan. Dengan prospek bisnis yang baik ini, ia mengaku berani mencabuti tanaman tembakau kemudian diganti dengan semangka. “Harga tembakau anjlok dan panen juga kurang baik. Jadi kami memilih menanam semangka,” katanya.

Untuk saat ini Budi menanam sebanyak 2.700 benih semangka. Diharapkan dari penanaman itu dapat menghasilkan panen hingga 15 ton. “Masih dalam proses dan mulai berbunga. Mudah-mudahan pertengahan November sudah bisa dipetik,” katanya.