Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi jalan tol/JIBI-Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman wajib menyediakan lahan pertanian dan pangan seluas 35,48 hektare untuk mengganti lahan pertanian yang termakan Tol Jogja-Solo (Joglo) dan Jogja-Bawen.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan dalam trase Jogja-Solo, terdapat Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) terdampak seluas 8,64 hektare. Sementara pada trase Jogja-Bawen, LP2B terdampak seluas 26,84 hektare. Dengan demikian, total LP2B di Kabupaten Sleman yang terdampak seluas 35,48 hektare.
Pemkab Sleman perlu segera menyiapkan pengganti lokasi baru LP2B dengan luasan yang sama, karena LP2B Kabupaten Sleman sudah masuk RTRW Provinsi dan RTRW Sleman harus sama dengan RTRW Provinsi.
“Harus diamankan karena Sleman merupakan lumbung pangan,” kata dia.
Saat ini, Pemkab Sleman mempercepat Perda Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Sleman Timur untuk mengendalikan tata ruang menyusul keberadaan tol. “Untuk pengendalian Jogja-Bawen baru disusun materi teknis produk tata ruangnya,” kata dia, Kamis (24/10/2019).
Pemda DIY akan menyosialisasikan rencana pembangunan Tol Jogja-Solo (Jogjo) pada pekan kedua November nanti kepada warga terdampak. Trase Tol Joglo akan dibanhun di lahan seluas 1.744.068 meter persegi, melalui 2.906 bidang tanah yang tersebar di enam kecamatan dan 14 desa.
Sosialisasi akan dimulai di wilayah Sleman timur, yakni Kalasan yang meliputi empat desa. Lantaran wilayahnya yang luas, ia akan membagi sosialisasi dalam dua etape.
Akan ada empat ruas jalan bebas hambatan di DIY, meliputi Jogja-Solo, Jogja-Bawen, Jogja-Kulonprogo dan Cilacap-Jogja. “Kami memprioritaskan Jogja-Solo, dengan pertimbangan kompleksitasnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mewaspadai kolektivitas dan pertahanan Persik Kediri yang baru kebobolan tiga gol dalam lima laga.
DPRD Kota Jogja mengawal anggaran pendidikan dan kesehatan 2027 serta mendorong penambahan layanan jantung dan cuci darah di RS Pratama.
Yusril Ihza Mahendra mendorong reformasi UU Tipikor untuk membedakan risiko bisnis dengan korupsi dan menyelaraskan aturan dengan standar UNCAC.
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.