WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi jalan tol/JIBI-Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman wajib menyediakan lahan pertanian dan pangan seluas 35,48 hektare untuk mengganti lahan pertanian yang termakan Tol Jogja-Solo (Joglo) dan Jogja-Bawen.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan dalam trase Jogja-Solo, terdapat Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) terdampak seluas 8,64 hektare. Sementara pada trase Jogja-Bawen, LP2B terdampak seluas 26,84 hektare. Dengan demikian, total LP2B di Kabupaten Sleman yang terdampak seluas 35,48 hektare.
Pemkab Sleman perlu segera menyiapkan pengganti lokasi baru LP2B dengan luasan yang sama, karena LP2B Kabupaten Sleman sudah masuk RTRW Provinsi dan RTRW Sleman harus sama dengan RTRW Provinsi.
“Harus diamankan karena Sleman merupakan lumbung pangan,” kata dia.
Saat ini, Pemkab Sleman mempercepat Perda Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Sleman Timur untuk mengendalikan tata ruang menyusul keberadaan tol. “Untuk pengendalian Jogja-Bawen baru disusun materi teknis produk tata ruangnya,” kata dia, Kamis (24/10/2019).
Pemda DIY akan menyosialisasikan rencana pembangunan Tol Jogja-Solo (Jogjo) pada pekan kedua November nanti kepada warga terdampak. Trase Tol Joglo akan dibanhun di lahan seluas 1.744.068 meter persegi, melalui 2.906 bidang tanah yang tersebar di enam kecamatan dan 14 desa.
Sosialisasi akan dimulai di wilayah Sleman timur, yakni Kalasan yang meliputi empat desa. Lantaran wilayahnya yang luas, ia akan membagi sosialisasi dalam dua etape.
Akan ada empat ruas jalan bebas hambatan di DIY, meliputi Jogja-Solo, Jogja-Bawen, Jogja-Kulonprogo dan Cilacap-Jogja. “Kami memprioritaskan Jogja-Solo, dengan pertimbangan kompleksitasnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pemkab Bantul petakan kebutuhan tenaga kesehatan 5 tahun ke depan. Meski rasio nakes ideal, antisipasi kekurangan tetap disiapkan.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik DIY yang mengalami penundaan hingga tahap kedua atau batch dua menimbulkan kekhawatiran atas ledakan sampah.
Timnas Kanada incar kemenangan pertama di Piala Dunia 2026. Simak profil, jadwal, pemain bintang, dan peluangnya di fase grup.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman memberikan bantuan sarana laboratorium komputer kepada penerima Beasiswa Sleman Pintar
KPK masih mencari Wamen Imigrasi Silmy Karim terkait OTT di Imigrasi Jakbar. Kasus diduga terkait izin tinggal WNA.