Pemkab Sleman Wajib Ganti 35,48 Hektare Lahan Pertanian yang Hilang akibat Jalan Tol

Ilustrasi jalan tol - JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
24 Oktober 2019 21:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman wajib menyediakan lahan pertanian dan pangan seluas 35,48 hektare untuk mengganti lahan pertanian yang termakan Tol Jogja-Solo (Joglo) dan Jogja-Bawen.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan dalam trase Jogja-Solo, terdapat Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) terdampak seluas 8,64 hektare. Sementara pada trase Jogja-Bawen, LP2B terdampak seluas 26,84 hektare. Dengan demikian, total LP2B di Kabupaten Sleman yang terdampak seluas 35,48 hektare.

Pemkab Sleman perlu segera menyiapkan pengganti lokasi baru LP2B dengan luasan yang sama, karena LP2B Kabupaten Sleman sudah masuk RTRW Provinsi dan RTRW Sleman harus sama dengan RTRW Provinsi.

“Harus diamankan karena Sleman merupakan lumbung pangan,” kata dia.

Saat ini, Pemkab Sleman mempercepat Perda Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Sleman Timur untuk mengendalikan tata ruang menyusul keberadaan tol. “Untuk pengendalian Jogja-Bawen baru disusun materi teknis produk tata ruangnya,”  kata dia, Kamis (24/10/2019).

Pemda DIY akan menyosialisasikan rencana pembangunan Tol Jogja-Solo (Jogjo) pada pekan kedua November nanti kepada warga terdampak. Trase Tol Joglo akan dibanhun di lahan seluas 1.744.068 meter persegi, melalui 2.906 bidang tanah yang tersebar di enam kecamatan dan 14 desa.

Sosialisasi akan dimulai di wilayah Sleman timur, yakni Kalasan yang meliputi empat desa. Lantaran wilayahnya yang luas, ia akan membagi sosialisasi dalam dua etape.

Akan ada empat ruas jalan bebas hambatan di DIY, meliputi Jogja-Solo, Jogja-Bawen, Jogja-Kulonprogo dan Cilacap-Jogja. “Kami memprioritaskan Jogja-Solo,  dengan pertimbangan kompleksitasnya,” ujarnya.