Gelombang Tinggi, Nelayan di Pantai Baron Pilih Setop Melaut

Puluhan kapal milik nelayan diparkir di pinggir aliran sungai bawah tanah di Pantai Baron, Desa Kemadang Tanjungsari. belum lama ini - Istimewa/Dokumen SAR Satlinmas Wilayah II DIY
28 Oktober 2019 20:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gelombang tinggi membuat sejumlah nelayan yang beroperasi dengan perahu kecil di Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari, tak berani melaut. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Para nelayan memilih menyandarkan perahu di pinggir Pantai Baron. "Gelombang tinggi sudah terjadi selama dua hari terakhir," kata Sumardi, seorang nelayan Pantai Baron saat ditemui Harian Jogja, akhir pekan kemarin.

Menurut Sumardi, gangguan cuaca berupa gelombang tinggi membuat nelayan merugi. Pasalnya, saat ini merupakan waktu panen ikan. Namun karena cuaca tak mendukung, para nelayan memilih untuk tidak melaut ketimbang harus berhadapan dengan ancaman bahaya. "Cuacanya enggak memungkinkan untuk kami melaut, padahal saat ini ikan seperti tongkol dan lainnya sangat banyak," ujarnya.

Ia menjelaskan para nelayan libur melaut hingga kondisi gelombang laut pantai berangsur normal. Sebagai warga yang sangat bergantung pada hasil laut, ia berharap agar gelombang tinggi bisa segera berakhir.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko, mengungkapkan peningkatan gelombang yang terjadi merupakan peningkatan dalam skala biasa, sehingga nelayan yang menggunakan perahu besar tetap bisa melaut, sementara nelayan yang menggunakan perahu kecil seperti perahu jongkong memilih bersandar di pantai. "Hanya peningkatan biasa saja, meski demikian nelayan yang perahunya kecil banyak yang memilih bersandar," kata Sunu, Minggu (27/10/2019).

Ia menjelaskan para nelayan bakal kembali melaut saat gelombang mulai landai. Cuaca normal kembali diperkirakan dalam waktu dua hari ke depan. "Gelombang diprediksi normal kembali pada Selasa [29/10/2019]," kata dia.