Advertisement
Bantul Masuki Pancaroba, Wapadai Angin Puting Beliung
Ilustrasi angin kencang. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Bantul akan terjadi pada pertengahan November. Sejauh ini di Bantul baru mulai memasuki musim pancaroba.
"Kami prediksikan awal musim hujan 2019-2020, untuk Bantul di November dasarian kedua. Artinya, pertengahan November baru masuk awal musim hujan," kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtyas, ditemui seusai rapat komprehensif Selasa (29/10/2019)
Advertisement
Menurutnya dua minggu sebelum memasuki awal musim penghujan, biasanya akan diawali dengan pancaroba. Masyarakat diimbau untuk waspada terkait dengan ancaman potensi bencana.
“Bencana yang biasanya berpotensi muncul saat pancaroba, adalah angin kencang dan puting beliung. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi curah hujan lebat tetapi dengan yang singkat, biasanya seperti itu," ujar dia.
BACA JUGA
Reni menjelaskan, ketika musim pancaroba, angin kencang, atau puting beliung, biasanya akan lebih sering terjadi. Angin akan berhembus lebih kuat dari biasanya. Bahkan bisa mencapai diatas 25 knot atau lebih dari 45 kilometer/jam.
“Angin tersebut, berpotensi merobohkan pohon, baliho bahkan menerbangkan atap rumah ya. Warga perlu mengantisipasi, caranya dengan memangkas dahan atau ranting pohon yang rimbun. Sehingga saat terjadi angin kencang tidak tumbang. Tidak menimbulkan kerugian, baik materi maupun jiwa," terangnya.
Hujan lebat di atas 250 milimeter dengan durasi singkat dalam satu hari atau beberapa jam, menurut Reni, berpotensi terjadinya banjir dan tanah longsor. Terutama di daerah rawan bencana, perbukitan ataupun daerah kekeringan ekstrem yang memiliki rekahan tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir Bandang di Buleleng Bali, 8 Orang Hanyut dan 3 Masih Dicari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dishub Bantul Siapkan 5 Posko Mudik Lebaran 2026, Ini Lokasinya
- Sampling Takjil di Jogokariyan, Dinkes Jogja Temukan Pewarna Berbahaya
- Angin Kencang Robohkan Pohon, Rumah Mbah Karto di Kulonprogo Hancur
- Sampah Dapur di Demangan Jogja Diolah Jadi Pakan Maggot
- Warga DIY Diajak Tanam Cabai Mandiri Guna Jaga Stabilitas Harga
Advertisement
Advertisement








