Monkey Malaria Mengintai, IDAI Ungkap Gejala Beratnya
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, BANTUL-- Pilkades menggunakan e-voting belum akan dilakukan di seluruh kabupaten di DIY.
Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, menyebut bahwa masyarakat di wilayah ini belum siap melakukan Pemilihan Kepala Desa serentak 2020 sistem e-voting atau pemungutan suara elektronik.
"Untuk Pilkades serentak di Bantul nanti belum (e-voting), jadi memang e-voting itu perlu penyiapan masyarakat yang itu membutuhkan waktu yang cukup," kata Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Setda Bantul Kurniantoro di Bantul, Kamis (31/2019).
Menurut dia, belum siapnya masyarakat Bantul dalam pemilihan lurah desa sistem e-voting karena sebagian besar masih familiar dengan sistem coblos seperti pencoblosan surat suara pada pemilihan umum (Pemilu) baik legislatif maupun presiden dan wakil presiden belum lama ini.
"Masyarakat kita masih familiar dengan coblos dan desa sendiri masih belum bisa menerima e-voting itu, memang pernah kita sampaikan ke desa, namun mereka menolak untuk e-voting, masyarakat mintanya besok (pilkades selanjutnya), jangan sekarang (2020)," katanya.
Dia mengatakan, pada intinya masyarakat belum siap dengan sistem elektronik tersebut, dan apabila dipaksakan untuk mengikuti sistem tersebut justru akan berisiko tidak berjalan, sehingga masyarakat butuh waktu untuk diberi pemahaman dan pengenalan terlebih dahulu sistem e-voting.
"Iya tetap (dipersiapkan), bahkan di Perda tentang Pemilihan Lurah yang baru sudah kita tuliskan bahwa nantinya ada kemungkinan untuk e-voting itu. Jadi ini suatu proses perkembangan, karena yang nasional seperti pileg (pemilihan legislatif) juga belum e-voting, makanya masyarakat belum siap," katanya.
Dia mengatakan, pada tahun 2020 nanti ada 24 dari total 75 desa se-Bantul akan menyelenggarakan Pilkades serentak pada Juni 2020 menyusul berakhirnya masa jabatan lurah di masing-masing desa tersebut pada akhir 2019 dan awal tahun depan.
"Untuk tahapannya nanti pada Januari 2020 kita sudah mulai pembentukan panitia pemilihan untuk di desanya, kemudian dilanjutkan dengan proses dan macam-macamnya, selanjutnya pelaksanaan pemilihannya pada 21 Juni 2020," katanya.
24 desa itu adalah Desa Tamanan dan Jambidan (Banguntapan), Karangtengah, Karangtalun, Imogiri (Imogiri), Munthuk (Dlingo), Donotirto, Tirtohargo (Kretek), Bangunjiwo, Tirtonirmolo (Kasihan), Canden (Jetis), Pleret, Wonokromo, Segoroyoso, Bawuran (Pleret), Triwidadi, Sendangsari (Pajangan), Caturharjo (Pandak), Gadingharjo, Srigading (Sanden), Srimulyo (Piyungan), Argodadi (Sedayu), Pendowoharjo, Timbulharjo (Sewon).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.