Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih/Harian jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyayangkan banyak camat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hadir dalam rapat paripurna membahas APBD 2020. Ketidakhadiran sejumlah pimpinan instansi tersebut membuat pembahasan seolah hanya rutinitas yang dilakukan setiap tahun.
“Kami sudah berikan undangan sejak beberapa hari lalu, tapi saat paripurna mereka tidak hadir dan hanya diwakilkan,” kata Endah kepada wartawan, Senin (4/11/2019).
Menurut dia, ketidakhadiran camat dan kepala OPD seperti tidak menganggap penting pembahasan APBD. Padahal, kata Endah, banyak program kegiatan yang harus dilaksanakan di tahun depan sehingga pada saat pencermatan para pejabat harus ikut mengawal. “Jangan saat kami berjuang memberikan tanggapan, malah kepala OPD absen sehingga pembahasan tidak dianggap penting. Seharusnya camat dan kepala OPD hadir untuk mendengar dan menyaksikan progres dari pembahasan,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan ini berharap kondisi seperti ini jangan sampai terulang kembali karena kehadiran menjadi penting sebagai wujud dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan dan asipirasi dari masyarakat. “Jangan diulang karena paripurna bukan rapat biasa. Dengan banyak yang tak hadir akan ada pandangan bahwa paripurna tidak memberikan dampak apapun terhadap kinerja. Kondisi seperti ini harus diubah,” kata Endah.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyati. Menurut dia kehadiran camat dan kepala OPD secara langsung bisa berdampak terhadap pembahasan. Jika banyak yang absen dan hanya diwakilkan, maka informasi pembahasan tidak mengetahui secara pasti karena tidak hadir secara langsung. “Sebaiknya datang karena bisa tahu bagaimana dinamika dalam pembahasan APBD,” katanya.
Ery menuturkan kejadian ini harus menjadi perhatian bersama sehingga ke depannya kerja sama antara legislatif dengan eskeskutif tetap berjalan dengan baik. “Kalau seperti ini jadi percuma karena saat kami teriak-teriak, tapi yang punya program tidak datang,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Agus Priyanto, mengaku hadir saat paripurna DPRD membahas pandangan umum fraksi tentang APBD 2020. Menurut dia, kehadiran sebagai upaya mengawal program kerja yang telah disusun. “Nanti ada pembahasan internal untuk membahas jawaban Bupati, tapi saya tetap hadir dalam paripurna,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
KPK mengungkap OTT yang menangkap 3 pejabat ATR BPN diduga terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.