Viral Pemindahan Gajah Deo dan Sinta dari Jogja ke Kalimantan
Kemenhut menjelaskan translokasi gajah Deo dan Sinta dari Gembira Loka Zoo Jogja ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur.
Ilustrasi lahan pertanian/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 40 hektare lahan pertanian di DIY diperkirakan balak terkena proyek tol Solo Jogja dan Jogja-Bawen.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno, mengatakan pihaknya telah mengajukan kesesuaian tata ruang yang terdiri atas dua trase yaitu Jogja-Solo dan Jogja-Bawen kepada Gubernur DIY sesuai dengan permohonan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Dokumen ini masih dalam proses untuk ditandatangani Gubernur DIY sekaligus sebagai syarat dibentuknya tim koordinasi penataan ruang daerah untuk kesiapan pembangunan tol.
“Tim persiapan sudah diajukan ke Gubernur pararel dengan kesesuaian [tata ruang], akan kami lacak sudah ditandatangani atau belum, sudah kami ajukan pekan kemarin,” katanya, Kamis (7/11/2019).
Krido mengatakan sosialisasi kepada warga terdampak akan dilakukan dengan beberapa tahapan dengan menyesuaikan kondisi lapangan, seperti dinamika masyarakat hingga jumlah warga terdampak. Etape pentahapan itu tergantung situasi dan kondisi sosialisasi yang rencananya akan digelar pada pekan ketiga November 2019. Semakin cepat selesai maka tidak banyak tahapan dalam satu etape sosialisasi.
Terkait pengadaan lahan untuk rest area, Krido belum bisa berkomentar banyak, karena akan disampaikan langsung oleh Pemerintah Pusat kepada masyarakat saat sosialisasi. Selain itu, pihaknya masih fokus pada trase yang menjadi jalur utama tol.
“Kami hanya biacaranya trase, trase dulu karena itu jadi jalur utama. Rest area itu akan dijelaskan saat sosialisasi Dirjen Bina Marga, kami tidak masuk di ranah teknis kontruksi. Kejelasan itu harus bertahap sehingga data yang dipakai data akurat ketika sosialisasi, jadi untuk memberikan informasi data,” katanya.
Terkait lahan pertanian berkelanjutan yang terkena dampak proyek tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen, ada sekitar 40 hektare, Krido meminta kepada Pemkab Sleman untuk mencarikan lokasi pengganti. Karena keluasan lahan pertanian berkelanjutan sudah ditetapkan di Perda RTRW sehingga harus dicarikan pengganti yang juga berada di wilayah Sleman.
"Justru momentum adanya strategi nasonal ini untuk memantapkan adanya pertanian berkelanjutan, di mana Sleman termasuk lumbung pangan dan ketika jalan tol terealisasi kami sudah bergerak 10 hingga 20 tahun ke depan yaitu ada kawasan tumbuh cepat, di mana nanti kami sampaikan setelah IPL turun atau saat sosialisasi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhut menjelaskan translokasi gajah Deo dan Sinta dari Gembira Loka Zoo Jogja ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.