Hati-Hati Pungli Bermodus Jasa Antar ke Lokasi Wisata di Gunungkidul

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asty Wijayanti - Harian Jogja/NAT
14 November 2019 21:57 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Warga yang hendak berwisata di Gunungkidul diperingatkan agar berhati-hati terhadap praktik pungutan liar (pungli).

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asty Wijayanti mengungkapkan adanya laporan dugaan pungli di Gunungkidul yang masuk lewat media sosial.

"Kalau laporan [pungli] lewat medsos ada, tetapi laporan resmi saya belum pernah terima," kata Asty kepada Harianjogja.com pada Kamis (14/11/2019).

Ia menjelaskan laporan pungli tersebut berasal dari sosial media Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Dugaan pungli tersebut dalam bentuk jasa pengantaran menuju objek-objek wisata di Bumi Handayani dengan memasang tarif imbalan harga.

"Awal November ini ada rombongan wisatawan dengan bus waktu dini hari dicegat di Jalan Jogja-Wonosari di wilayah Piyungan, Bantul, rombongan akan menuju pantai di Gunungkidul," ujarnya.

Bentuk cegatan tersebut, kata Asty, dengan melakukan pemaksaan pengawalan pengantaran rombongan wisatawan hingga ke destinasi pantai di Gunungkidul dengan memasang tarif sebesar Rp500.000 sekali antar.

Ia menjelaskan atas adanya laporan tersebut pihaknya tak tinggal diam. Dispar Gunungkidul akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemda DIY, mengingat dugaan pungli tersebut tidak hanya menyasar Gunungkidul.

Asty menghimbau kepada para wisatawan yang akan berwisata ke Gunungkidul untuk lebih berhati-hati jika menemukan hal-hal yang tidak masuk akal yang bisa berujung pungli. Seperti pungli dengan modus melakukan pengawalan pengantaran ke objek-objek wisata dengan memasang tarif.

"Wisatawan untuk lebih berhati-hati sekaligus berani menolak ketika ada tawaran yang tidak masuk akal dan tidak jelas," kata Asty.