Soal Ancaman Banjir, DPRD Sleman: Harusnya Pemkab Antisipasi Sejak Jauh Hari

Ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
15 November 2019 19:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Musim hujan yang sudah di depan mata berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, beberapa di antaranya adalah banjir dan tanah longsor. 

Potensi tanah longsor ada di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman dengan tingkat elevasi dan kemiringan curam. Beberapa kecamatan yang mempunyai potensi longsor cukup tinggi dibanding wilayah lain di Sleman antara lain Kecamatan Prambanan, Pakem, dan Cangkringan.

Selain potensi bencana longsor, pada musim hujan, bencana hidrometeorologi lainnya juga berpotensi terjadi. Kalau berkaitan dengan angin kencang, masyarakat harus waspada, itu (angin kencang) semua wilayah mempunyai potensi sama. Adapun banjir, faktor penyebabnya adalah buruknya kualitas drainase ada di wilayah perkotaan, seperti Depok dan Mlati.

Ketua Komisi C DPRD Sleman, Timbul Saptowo mengimbau Pemkab untuk mengantisipasi sejak dini sejumlah bencana hidrometeorologi, khususnya banjir. Untuk mengantisipasi banjir yang diakibatkan drainase, harusnya Pemkab Sleman sudah menyiapkan jauh-jauh hari. "Saat ini kan kondisi resapan air di beberapa wilayah perkotaan seperti UGM dan UNY sudah minim. Semua harus menyadarinya, dan itu dicari solusinya agar tidak banjir," ujar Timbul, Jumat (15/11/2019).

Sebelumnya diberitakan di lereng Merapi sejauh ini ada 13 unit EWS yang sudah terpasang, baik di sisi barat maupun timur. Sayangnya, dari total EWS yang ada, sebagian besar kini dalam kondisi rusak.