PHK Industri Tak Hanya Dipicu Harga Gas, Ini Penjelasan Said Iqbal
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Suasana Seminar Sanata Dharma Berbagi di Ruang Kadarman, Gedung Pusat Lantai IV, Kampus II Mrican, Universitas Sanata Dharma, Sleman, Jumat (22/11/2019)./Dyah febriyani
Harianjogja.com, SLEMAN—Stigma negatif dari masyarakat terhadap anak autis rentan membuat psikis ibu yang memiliki anak autis menjadi tertekan. Hal itu menjadi salah satu titik tekan presentasi disertasi dari Maria Laksmi Anantasari, salah satu dosen Universitas Sanata Dharma (USD) dalam seminar bertajuk Sanata Dharma Berbagi yang digelar di di Ruang Kadarman, Gedung Pusat Lantai 4 Kampus II Mrican USD, Sleman, Jum\'at (22/11/2019).
Melalui hasil penelitiannya yang berjudul Perempuan yang Bertumbuh dalam Tekanan: Kisah Asuh Para Ibu, Ari, sapaan Maria Laksmi Anantasari menjelaskan ibu yang merawat anak autis memiliki psikis yang rentan tertekan. “Salah satunya adalah berasal dari stigma dan diskriminasi masyarakat yang kemudian dilabeli negatif,” kata dia dalam seminar tersebut.
Selain itu, imbuh Ari, tekanan dari ibu yang memiliki anak autis adalah disebabkan kebingungan mereka atas situasi yang dihadapi mengenai kejelasan informasi tentang autisme. Belum lagi soal ketertekanan saat menghadapi respons anak autis hiperaktif dan buruknya keterampilan sosial.
Dari penelitiannya, Ari menyimpulkan bahwa ibu yang memiliki anak autis perlu diberikan dukungan oleh orang-orang di sekitarnya dengan mendengarkan setiap keluh kesahnya bukan malah menyudutkannya. Sikap syukur harus ditanamkan pula. "Percaya akan buah dari kesabaran. Menurut saya, seorang ibu yang mengasuh anak autis memiliki kepekaan yang tinggi," ujarnya.
Selain Ari, dosen lain yang juga mempresentasikan penelitiannya adalah Yohanes Heri Widodo. Melalui penelitiannya yang berjudul Relasi Interpersonal dalam Masyarakat yang Semakin Nonkomunal.
Dia menjelaskan manusia yang sehat tidak terfokus pada dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang disekelilingnya. Saling memahami, tambah Heri, tidak bisa hidup tanpa orang lain, akan menciptakan sebuah komunalitas dalam masyarakat. "Manusia tidak bisa lepas dari relasi dengan orang lain," kata dia.
Kontribusi Akademik
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USD, Maria Dwi Budi Jumpowati mengatakan seminar yang merupakan kali terakhir digelar di tahun ini, menyinergikan disertasi dari dua dosen yang baru mendapatkan gelar doktoral dari bidang psikologi dan bimbingan konseling.
Melalui seminar bertema Tinjauan Psikologi Kepekaan Masyarakat tersebut, diharapkan bisa turut menyumbangkan kepakaran dosen agar dapat berkontribusi baik untuk kampus maupun masyarakat.
"Bidang ilmunya bisa dibagikan, serta semoga terjalin semacam jaringan penelitian interdisiplin, yang melibatkan akademisi eksternal kampus," kata perempuan yang juga Koordinator Seminar Sanata Dharma Berbagi itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Said Iqbal turun langsung telusuri isu PHK di Tokopedia dan TikTok, pemerintah utamakan dialog dan perlindungan pekerja.
BI DIY gelar QJI x JRF 2026 di Jogja untuk dorong QRIS, UMKM, dan kecintaan generasi muda terhadap Rupiah.
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang ditangani dengan TMC, water bombing, dan metode inject untuk padamkan api bawah tanah.
Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle fokus memulihkan operasional usai kebakaran Rp20 miliar sambil mengapresiasi tim gabungan.
BMKG prakirakan cuaca Jogja cerah berawan 5–7 Juli 2026, gelombang laut selatan capai 4 meter.