Bank Sampah Kradenan Berseri Studi Banding ke Suryo Resik Mantrijeron

Bank Sampah Kradenan Berseri mengadakan studi banding ke Bank Sampah Suryo Resik Mantrijeron Kota Jogja, Minggu (24/11/2019). - Ist/ Dok panitia
26 November 2019 00:17 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Bank Sampah Kradenan Berseri yang merupakan dampingan program pengabdian masyarakat dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Minggu (24/11/2019) mengadakan studi banding ke Bank Sampah Suryo Resik Mantrijeron Kota Jogja.

Tim dosen pengabdian masyarakat yang diketuai Adhianty Nurjanah dan Sakir yang merupakan dosen Fisipol UMY memandang studi banding antarbank sampah sangat penting.

Menurut dia, kegiatan studi banding ini merupakan rangkaian  kegiatan pengabdian masyarakat DRPM dan bagian dari proses pendampingan yang diberikan kepada Bank Sampah Kradenan Berseri di Gamping, Sleman.

“Harapannya Bank Sampah Kradenan Berseri yang merupakan dampingan UMY mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru terutama terkait manajemen administrasi  sehingga Bank Sampah Kradenan Berseri dapat menjadi bank sampah yang tertib administrasi makin banyak nasabahnya dan maju mandiri sehingga berdampak pada kesejahteraan seluruh anggotanya,” ujar Adhianty, dalam rilisnya, Senin (25/11/2019).

Dalam studi banding, sebanyak 11 pengurus inti Bank Sampah Kradenan Berseri hadir dan belajar terkait manajemen administrasi di Bank Sampah Suryo Resik.

Menurut Kaharyanto, Ketua Bank Sampah Kradenan Berseri, kegiatan studi banding ini sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Karena melalui Bank Sampah Suryo Resik kami bisa belajar administrasi bank sampah yang lengkap serta kegiatan tambahan bank sampah lainnya seperti simpan pinjam  dan kerajinan dari sampaj yang belum ada di tempat kami,” kata dia.

Kegiatan ini mendapat respons yang bagus dari pengurus Bank Sampah Suryo Resik Mantrijerin. Karena dengan studi banding ini bisa saling tukar informasi terkait pengelolaan bank sampah.