Dana Pemulihan Badai Cempaka Rp57 Miliar Ngendon di Bantul

Banjir akibat badai Cempaka pada 2017 - Istimewa
29 November 2019 16:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dana pemulihan bencana siklon tropis Cempaka yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul sebesar Rp64 miliar tahun ini masih tersisa Rp57 miliar. Uang puluhan miliar rupiah itu belum digunakan karena proyek perbaikan fasilitas yang rusak gagal dilelang.

“Ada beberapa kegiatan yang gagal lelang, seperti pekerjaan jembatan itu kan cukup panjang waktunya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daruyanto, seusai upacara HUT Korpri di Lapangan Paseban Bantul, Jumat (29/11/2019).

Dwi Daryanto mengatakan Rp57 miliar tersebut sudah dianggarkan untuk memperbaiki lima jembatan yang rusak diterjang siklon tropis Cempaka pada 2017 lalu. Kelimanya adalah Jembatan Gedung Jati Imogiri, Jembatan Kiringan Jetis l, Jembatan Gayam Pleret, Jembatan Benyo Pajangan, dan Jembatan Dzikrul Ghofilun Kasihan.

Ia berdalih butuh waktu lama dalam perencanaan hingga pembangunan jembatan. BPBD sudah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperpanjang masa perbaikan jembatan sampai 2020 mendatang dan sudah mendapat izin DPRD Bantul untuk menggunakan dana tersebut tahun depan.

“Jadi bukan mangkrak tapi kami perpanjang waktuanya sampai 2020 nanti," kata Dwi.

Sekretaris BPBD Bantul Muhammad Baried menambahkan proyek pembangunan lima jembatan itu direncanakan masuk dalam lelang dini. Jawatannya segera mengisi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) berbasis website sehingga Desember diharapkan sudah terinformasikan kepada masyarakat.

Baried mengatakan dana pemulihan bencana siklon tropis Cempaka dari BNPB itu cair pada Desember 2018 dan baru bisa digunakan pada 2019. Proses penggunaan dana tersebut perlu perencanaan yang matang.

“Sementara untuk perbaikan rumah sebanyak 40 kepala keluarga sudah selesai dilakukan. Bantuannya berupa relokasi dan pembangunan rumah baru tipe 36,” kata Baried.

Ia menguatkan pernyataan Dwi Daryanto bahwa proses perencanaan pembangunan jembatan butuh waktu dari mulai penusunan desaian engineering detail (DED). Dwi Daryanto pada September lalu juga menyatakan penyusunan DED baru selesai pada Agustus dan sudah masuk lelang.

Dwi sempat memprediksi pekerjaan fisik baru bisa dilakukan awal 2020 karena saat itu sisa waktu tinggal empat bulan sehibgga pekerjaan fisik jembatan tidak memungkinkan selesai tepat waktu.

Dana bantuan pemulihan atau rehabilitasi dan rekontruksi akibat bencana siklon tropis Cempaka ini sempat menjadi perdebatan dalam pembahasan rancangan APBD 2020 di DPRD Bantul. Sebab dana Rp57 miliar itu masuk rencana program perbaikan jembatan, tetapi sumber anggarannya tidak masuk di 2020. Akibatnya defisit APBD 2020 sebesar 12,1%.

“Sebenarnya APBD 2020 kalau dikurangi Rp57 miliat defisitnya sudah sesuai kesepakatan awal di angka 9,8 persen,” kata Anggota Badan AnggaRan DPRD Bntul, Arif Haryanta.