Krisan Gerbosari Akan Dikirim ke Jepang

Sarwo, salah seorang petani krisan di Agrowisata Krisan Gerbosari, mengecek tanaman bunga krisan yang rencananya akan dikirim ke Jepang. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
29 November 2019 10:27 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Selain memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, bunga krisan dari Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh akan segera menembus Negeri Sakura.

Ketua Paguyuban Pengelola Bunga Krisan Seruni Menoreh, Suharso, menuturkan rencananya bunga krisan dari Gerbosari bisa panen kemudian dikirim pada Januari 2020 mendatang. Menurutnya ada tujuh kubung bunga krisan seluas 700 meter persegi untuk diekspor ke Jepang.

"Kalau sampel produk saat ini sudah diterima Jepang dan sudah oke," kata Suharso di sela-sela kegiatannya merawat bunga krisan di kubungnya, Kamis (28/11/2019).

Dikatakannya, kebutuhan krisan di Jepang mencapai 600.000 tangkai setiap bulannya. Namun, saat ini pihaknya belum bisa memenuhi kebutuhan itu, sehingga tahun depan akan ada penambahan 5-6 hektare lahan bunga krisan.

Suharso menyebut saat ini di paguyubannya ada sekitar 90-100 kubung untuk memenuhi pasar lokal. Langganannya datang dari Wates, Kotabaru, Bantul, bahkan Purworejo. Walau begitu, belum semua permintaan pasar terpenuhi.

Salah satu petani krisan, Sarwo, 35 menuturkan ada dua varietas bunga krisan yang akan dikirim ke Jepang, yaitu Fiji dan Salju. Selama ini ia menggarap lahan krisan milik kakaknya yang kedapatan menjadi salah satu kubung krisan yang akan diekspor ke Jepang.

"Varietas itu warnanya putih. Orang sana suka yang warna dasar begitu," kata Sarwo sambil menunjukkan pohon bunga krisan yang tingginya belum mencapai satu meter itu.

Dijelaskannya, sejak September akhir, dibangun tujuh greenhouse baru khusus untuk bunga krisan yang diekspor ke Jepang. Setelah pembangunan itu langsung dilanjut penanaman bibit krisan dan diproyeksikan bisa dipanen pada Januari tahun depan