Hujan Lebat Mengguyur Jogja, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

Ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
06 Desember 2019 22:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Deputi Bidang Meteorologi BMKG menyebarkan edaran terkait dengan peringatan dini cuaca periode 6-8 Desember 2019 yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG menyatakan intrusi Massa udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) melintasi wilayah Laut Andaman, Aceh bagian utara dan Selat Malaka bagian Utara.

"Intrusi Massa udara kering dari Belahan Bumi Selatan (BBS) melintasi wilayah Teluk carpentaria. Di depan muka intrusi, kondisi massa udara akan menjadi lebih lembab dan mendukung potensi konveksi kuat," tulis Deputi Bidang Meteorologi BMKG, via akun Twitter resmi Humas BMKG, Jumat (6/12/2019).

Massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar Sumatra, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi bagian Barat, Papua Barat dan Papua.

Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang atau kuat terdapat di Aceh, Sumatra Utara, bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, NTT, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.

Terdapat siklonik EX KAMMURI di Laut Cina Selatan bagian selatan dan sirkulasi siklonik di Samudera pasiflk Timur Filipina (925/900mb).

Konvergensi memanjang dari Semenanjung Malaysia hingga Sumatra Utara, dari Jawa Tengah hingga Perairan Selatan Jawa Barat, di perairan Selatan NTT, dari Kalimantan Tengah hinggga Laut Sulawesi dan di Papua Barat bagian utara.

Belokan angin terdapat di Pesisir Barat Sumatera, Jawa bagian Barat, Selat Karimata dan Papua. Low level Jet dengan kecepatan angin terpantau lebih dari 25 knot terdapat di Laut Cina Selatan.

BMKG DIY

Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta Etik Setyaningrum membenarkan edaran tersebut.

"Ya benar itu rilis tentang adanya peringatan dini di beberapa wilayah di indonesia yang berpotensi hujat lebat salah satunya di Yogyakarta," ujar Etik kepada Harianjogja.com, Jumat (6/12/2019).

BMKG Staklim Mlati Yogyakarta juga sejak siang tadi hingga sampai saat ini sudah melakukan update peringatan dininya.

Hujan memang terjadi pada Jumat (6/12/2019) dari sekitar pukul 16.00 sampai dengan pukul 19.00 WIB yang mengguyur sebagian besar wilayah DIY.

Berdasarkan peringatan dini BMKG Staklim Mlati Yogyakarta dalam update Peringatan Dini Cuaca DIY Kamis (6/12/2019) pukul 17.30 WIB menyatakan jika hujan dengan intensitas sedang - lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pukul 18.00 WIB di wilayah Sleman (Cangkringan, Pakem, Turi, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel, Prambanan, Berbah, Depok, Mlati, Sayegan), Gunungkidul (Semin, Ngawen, Gedangsari, Patuk, Wonosari, Playen, Panggang), Bantul (Piyungan), dan dapat meluas ke wilayah Sleman (Godean, Moyudan, Kalasan), Gunungkidul lainnya (Gedangsari, Purwosari), Bantul (Banguntapan, Pleret, Sewon).

BMKG Staklim Mlati Yogyakarta, lanjut Etik mengimbau ke masyarakat terkait dengan hal hal yang perlu diwaspadai selama periode munculnya cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi muncul dibeberapa wilayah DIY.

Dihimbau untuk masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai untuk selalu waspada bila terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir dan longsor di daerah-daerah yang rawan longsor.

"Bila ada petir untuk menghindari tempat-tempat yang lapang dan terbuka, jangan berteduh dibawah pohon, jangan berkendara motor di jalan lebih baik berteduh dibawah bangunan yang kuat. Bila ada angin kencang hindari dekat pohon dan bangunan tua yang mudah roboh," jelasnya.

Kepala BMKG Staklim Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan jika saat ini untuk wilayah DIY dan sekitarnya berpotensi terjadi hujan lebat. "Sehingga BMKG DIY pun memberikan warning peringatan dini cuaca ekstrem secara berkala," tutupnya.