Ada Toilet Mewah di Tamansari, Bayar Nontunai dan Buka Pintu Pakai PIN

Kasubag Umum Dinas Pariwisata DIY Rahmat Suabadi (paling kiri) saat meresmikan beroperasinya toilet berstandar internasional yang sewanya melalui nontunai, Sabtu (12/12/2019). - Harian Jogja/Sunartono
14 Desember 2019 22:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Wisata Tamansari yang berada di Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton Kota Jogja kini memiliki dua titik toilet umum berstandar internasional. Proses penyewaan toilet ini bisa dilakukan secara online, pengguna bisa membayar dengan nontunai dan menggunakan PIN ketika akan membuka pintu.

Ketua RW09 Kampung Wisata Tamansari, Sutantio Tri Harso menjelaskan keberadaan dua titik toilet umum dengan fasilitas mewah itu merupakan hasil kerja sama dengan penyedia aplikasi Jamban. Satu titik di antaranya dengan memanfaatkan satu toilet di Sanggar Kalpika Kampung Wisata Tamansari yang kemudian direnovasi menjadi standar internasional oleh penyedia aplikasi tersebut.

“Warga mendukung, karena ini proyek percontohan pertama di Jogja ada kamar mandi bertaraf internasional di dalam kampung dan dioperasikan secara online, selama ini belum ada, semoga nanti bisa ditambah, kami akan ajukan tiga titik lagi,” katanya Sabtu (14/12/2019).

Ia mengatakan Wisata Tamansari banyak dikunjungi, dalam sepekan bisa mencapai 1.000 orang turis mancanegara. Pada bulan Juni, Juli, Agustus hingga September biasanya paling banyak kunjungan turis asing dengan 60% di antaranya Belanda dan sisanya rata-rata dari Eropa. Di kampung wisata itu saat ini ada 13 titik toilet umum yang berada di RW 09 dan RW08, selain itu ada sekitar 15 rumah yang menyewakan toilet.

Tetapi belum ada toilet bertaraf internasional, sehingga turis asing memanfaatkan toilet dengan kualitas rata-rata. Sutantio tidak menampik adanya turis yang kadang batal menggunakan karena melihat kondisi toilet jongkok.

“Turis asing kalau enggak kepepet enggak mau, kadang masuk keluar lagi karena melihat kondisi. Kalau [toilet] standar internasional kan biasanya duduk, karena mereka kalau melihat [jamban yang menggunakan dengan] jongkok itu asing,” ucapnya.

Kasubag Umum Dinas Pariwisata DIY Rahmat Suabadi mengatakan keberadaan toilet berstandar internasional yang disediakan penyedia aplikasi Jamban sejalan dengan program pariwisata DIY. Kebersihan toilet selama ini menjadi perhatian khusus bagi Dinas Pariwisata DIY. Di berbagai desa wisata saat ini banyak diberikan bantuan untuk pembangunan toilet berstandar internasional. Ia meyakini dengan toilet yang bersih maka wisatawan akan merasa nyaman.

“Pemberian fasilitas toilet standar internasional melalui aplikasi Jamban ini sinkron dengan program kami. Seperti homestay di Nglanggeran, Mangunan, Tebing Breksi itu kami berikan subsidi agar membuat toilet taraf internasional. Minimal harus ada toilet yang duduk salah satunya itu, kamar mandi pakai shower, bersih kering, wangi,” katanya.

CSO Jamban Anggie menjelaskan selain di Kampung Wisata Tamansari pihaknya menyedia juga beberapa titik di SPBU Jalan Wates Sleman. Cara menggunakan dengan mengunduh aplikasi Jamban di playstore kemudian diisi saldo melalu Go Pay dengan sistem koin. Setiap satu koin bisa digunakan untuk sekali masuk toilet.

Setelah koin dibeli dan dibayar melalui aplikasi itu kemudian pengguna mendapatkan nomor PIN yang digunakan untuk membuka pintu toilet. Pada gagang pintu toilet sudah tersedia kotak kecil untuk memasukkan nomor PIN secara digital. Adapun harganya antara Rp3.000 hingga Rp4.000 untuk sekali menggunakan toilet ini. Fasilitasnya mulai dari shower, blower, kaca hingga LCD display digital yang bisa dimanfaatkan sebagai media informasi.

“Kami masih menyasar fasilitas umum, tempat wisata, kalau pemukiman belum, tetapi kalau ada event tertentu kami ada yang portable, nanti akan kami pasang wifi juga, saat ini di dalamnya [toilet] sudah ada semacam layar digital,” katanya.