Malioboro Banyak Sampah Tiap Selasa Wage, Sultan: Tidak Usah Sambat

Sultan HB X - Harian Jogja/Dok
11 Desember 2019 19:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menanggapi evaluasi pelaksanaan Selasa Wage sebagai hari Malioboro bebas kendaraan bermotor.

HB X mengatakan setiap Selasa Wage banyak orang datang dari berbagai daerah. Sementara, kesadaran setiap orang terkait sampah sangat berbeda-beda. Oleh karena itu harus ada upaya besar dari pemerintah untuk membersihkan sampah tersebut.

“Orang dari seluruh daerah, kesadaran buang sampah masih beda-beda, asal kita punya kewajiban bersihkan saja,” katanya seusai menghadiri pemberian penghargaan Anugerah Prestasi di Gor Amongrogo, Rabu (11/12).

Sultan menilai keberadaan sampah merupakan konsekuensi yang harus diterima dengan penerapan Selasa Wage Malioboro bebas kendaraan bermotor. Pemerintah tidak mungkin melarang pengunjung membawa sesuatu yang bisa dimakan. Ia meminta semua pihak untuk tidak mengeluh dengan adanya sampah.

 “Sampah itu konsekuensi, mosok [masa] enggak boleh bawa apa-apa, ya itu tanggung jawabnya [UPT] Malioboro tidak usah sambat, kecuali kalau tidak boleh ada kunjungan orang ya bersih [tidak ada sampah],” ungkapnya.

Upaya mengimbau pengunjung agar tidak membuang sampah pun belum tentu efektif. “Kami maunya begitu [diberikan imbauan lalu pengunjung bisa memahami tidak membuang sampah], tetapi kesadaran kan beda-beda,” ucapnya.

Sementara, Sultan belum memutuskan waktu penerapan Malioboro bebas kendaraan secara penuh di 2020. Menurutnya masih butuh kajian terlebih dahulu.

“Belum, belum saya putuskan, biar dilakukan kajian dulu,” ujarnya saat .

Sultan juga belum bisa memastikan waktu realisasi kawasan Malioboro akan menjadi semacam bundaran lalu lintas. “Belum tentu, kita lihat saja nanti,” katanya.