Hama Ulat Grayak Mulai Mengancam Tanaman Jagung

Seorang petani di Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Sarbini, memupuk tanaman jagung di ladang miliknya, Minggu (15/12/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
15 Desember 2019 19:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengimbau petani jagung untuk mewaspadai serangan ulat grayak. Pasalnya, jika dibiarkan hama ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas panen yang dihasilkan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan serangan ulat grayak bisa berbahaya terhadap produktivitas tanaman jagung. Untuk itu, petani diminta mengamati tanaman jagung secara rutin sehingga serangan dapat diantisipasi sejak dini. “Saat tanaman jagung sudah tumbuh maka potensi diserang ulat grayak sangat tinggi,” katanya kepada Harian Jogja, Minggu (15/12/2019).

Menurut dia, serangan hama ini bisa dilihat secara fisik yakni pada batang daun yang dimakan oleh ulat. Raharjo menuturkan saat ini serangan ulat grayak sudah terlihat di Kecamatan Patuk dan Semin. “Belum banyak karena lahan yang terserang baru seluas dua hektare. Meski demikian, serangan ini harus diantisipasi sehingga tidak semakin luas,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi serangan, DPP Gunungkidul membentuk tim pengendali hama. Untuk wilayah yang terserang seperti di Desa Sumberejo, Kecamatan Semin sudah dilakukan penyemprotan pembasmi hama. “Sudah terkendali, tapi kami terus memantau secara berkelanjutan,” katanya.

Dijelaskan Raharjo, agar upaya pencegahan serangan ulat grayak dapat berhasil butuh partisipasi aktif dari petani. Apabila menemukan serangan hama ini petani diminta segera melaporkan kepada pengamat hama di kecamatan atau petugas penyuluh lapangan di wilayah setempat. “Tidak boleh dibiarkan karena pertumbuhan tanaman jagung terganggu dan hasil panen tidak maksimal,” kata mantan Kepala Bidang Bina Produksi DPP Gunungkidul ini.

Salah seorang petani di Dusun Tobong, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Sarbini, mengakui belum lama menanam karena hujan sudah turun. Dia memilih menanam jagung dan kacang di musim tanam pertama ini. Sayangnya, tanaman jagung yang baru tumbuh sudah diserang hama ulat. Untuk penanggulangan Sarbini mengaku langsung memberikan pemupukan agar tanaman jagung bisa tumbuh dengan subur. “Tidak saya biarkan. Begitu lihat ulat memakan daun, langsung saya berikan pupuk,” katanya.

Sarbini berharap tanamannya bisa tumbuh dengan subur sehingga panen yang dihasilkan dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Mudah-mudahan serangan hanya sekali dan selama pemeliharaan tumbuh subur tanpa ada gangguan hama lagi,” kata dia.