Pasang Air PDAM Cukup Bayar Rp100.000, Ada Kuota untuk 2.000 Rumah di Bantul

Ilustrasi. - Reuters
16 Desember 2019 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mataram Bantul berencana mensubsidi pemasangan jaringan baru pipa air yang akan disalurkan ke rumah warga yang berpenghasilan rendah (MBR) pada 2020 mendatang.

Direktur Utama PDAM Tirta Mataram Bantul, Arinto Hendro Budiantoro mengatakan 2.000 MBR sasaran pemasangan jaringan baru untuk semua warga di wilayah Bantul, “Tapi sebagian besar terfokus di wilayah Pajangan, Sedayu, dan Kasihan,” kata Arinto, saat ditemui seusai mengikuti Rapat Paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Senin (16/12/2019).

Warga yang berpenghasilan rendah bisa mengajukan pemasangan baru melalui desa setempat yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh PDAM. Biaya pemasangan cukup terjangkau atau hanya membayar Rp100.000. Padahal biasanya harga normal pemasangan baru Rp1,1 juta untuk panjang jaringan 1 meter dari jaringan pipa PDAM yang sudah ada.

Arinto mengatakan biaya pemasangan baru untuk MBR memang lebih murah karena disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Biaya tersebut diambilkan dari penyertaan modal. Total penyertaan modal PDAM tahun depan sebesar Rp6 miliar, naik dari penyertaan modal tahun ini Rp5 miliar.

“Tujuan dari penyertaan modal ini adalah nambah pelayanan sambungan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 2.000 warga,” kata Arinto.

Mantan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Keuangan Setda Bantul ini memastikan dengan bertambahan pelanggan PDAM, ketersediaan air bersih masih tetap mencukupi. Kapasitas produksi air bersih PDAM saat ini mencapai sekitar 400 liter per detik. Jumlah produksi air tersebut belum termasuk suplai dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Regional yang dikelola DIY sebanyak sekitar 50 liter per detik, yang dapat mencukupi sekitar 5.000 pelanggan.

Total sumber PDAM Tirta Mataram saat ini ada 23 sumber, “Tahun depan rencana kami akan menambah lagi satu sumber dengan kapasitas 20 liter per detik di wilayah Pleret,” ujar Arinto. Ia menambahkan selain itu subsidi pemasangan jaringan baru MBR dan pengadaan sumber air baru, penyertaan modal perusahaan berplat merah tersebut digunakan untuk pemeliharaan jaringan yang ada.