Harian Jogja Gelar Charity for Disability “Mewujudkan DIY Makin Inklusif”

Harian Jogja menyelenggarakan Charity for Disability "Mewujudkan DIY Makin Inklusif", Sabtu (21/12/2019). - Harian Jogja
20 Desember 2019 09:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJAHarian Jogja akan menyelenggarakan Charity for Disability “Mewujudkan DIY Makin Inklusif”, Sabtu (21/12/2019). Acara dimulai pukul 08.00 WIB – 14.00 WIB di halaman kantor Harian Jogja.

Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari Nyeduh Kopi Bersama, workshop pembuatan kain shibori, workshop fotografi, dan workshop face painting.

Ketua Panitia Charity for Disability Laila Rochmatin menyampaikan tujuañ jangka pendek dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi suasana inklusif kepada anak-anak dan orang tua agar tidak ada diskriminasi di kehidupan sosial.

“Anak-anak difabel juga perlu dihadirkan di kehidupan bermasyarakat tanpa harus merasa kurang percaya diri atas segala karunia Tuhan, apapun bentuknya. Acara ini juga ingin memberi dukungan moril bagi keluarga dengan anak difabel agar tetap merasa memiliki teman. Memiliki anggota keluarga difabel bukanlah masalah,” katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (20/12/2019).

Sementara untuk tujuan jangka panjang adalah mengenalkan softskill kepada anak-anak difabel dan orang tua dengan anak difabel. Bagaimana pun, lanjut Laila, anak-anak difabel berhak memiliki skill yang akan mendukung mereka menjadi pribadi yang mandiri. Setidaknya bisa memenuhi kebutuhan untuk dirinya.

“Karena tidak selalu mereka [anak difabel] harus bergantung pada orang tua. Ini bentuk pemberdayaan ekonomi sih tujuannya. Termasuk acara workshop ini juga bertujuan pemberdayaan ekonomi kepada orang tua dengan anak difabel agar lebih berdaya. Misal dengan latihan membuat shibori, karena pada beberapa kasus memiliki anak difabel perlu biaya kesehatan yang tinggi,” tuturnya.

Laila mengatakan bahwa kegiatan Charity for Disability ini hanya alternatif. Sehingga perjuangan mewujudkan suasana inklusif seharusnya tidak instan dan harus berkesinambungan. “Harian Jogja hanya membantu kampanye pemerintah mewujudkan lingkungan yang inklusif. Anak-anak difabel diterima di kehidupan sosial dan juga pekerjaan,” tuturnya.

Charity for Disability “Mewujudkan DIY Makin Inklusif” ini merupakan acara kedua kali yang digelar Harian Jogja sebagai kepedulian kepada lingkungan inklusif di DIY. Kegiatan pertama dilakukan saat Ramadan 2019. Saat itu, Harian Jogja menyelenggarakan lomba fashion show inklusif dengan peserta anak-anak difabel, orang tua difabel dan non difabel.

“Kali ini di pengujung 2019, Harian Jogja melaksanakan lagi dan sudah ada lebih dari 150 peserta yang mendaftar, baik difabel maupun non difabel. “Kali ini kami menerima peserta tuli. Kami sediakan ahli basa isyarat untuk mereka,” kata Laila.

Banyak peserta yang sudah memilih workshop yang akan diikuti. “Sejauh ini, paling banyak ikut workshop shibori. Besok juga ada penampilan dari anak-anak dengan down syndrome dan siswa SLBN I Bantul,” kata Laila.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pihak mulai dari JNE, Grab, Ayola Tasneem, Hotel Santika Jogja, Hotel The Rich Jogja, Hotel The Atrium, Hotel Pandanaran, Spesial Sambal (SS), Ikat Celup Sibori & Jumputan, maximco, dan Shibri.