Advertisement

Banyak Pungutan, Layanan Pendidikan di DIY Paling Sering Diadukan ke Ombudsman

Lugas Subarkah
Jum'at, 20 Desember 2019 - 18:17 WIB
Bhekti Suryani
Banyak Pungutan, Layanan Pendidikan di DIY Paling Sering Diadukan ke Ombudsman Kepala ORI DIY Budhi Masthuri. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Pendidikan menjadi sektor layanan publik paling banyak dikeluhkan di DIY. Dari catatan Ombudsman RI Perwakilan DIY sepanjang 2019, terdapat 30 laporan yang mengarah pada institusi pendidikan. Disusul penegakan hukum dengan 28 laporan dan kepegawaian 11 laporan.

Kepala ORI DIY, Budi Mathsuri, menjelaskan dalam sektor pendidikan, laporan terbanyak adalah soal pungutan dan hak belajar siswa, sebanyak 11 laporan. "Meski telah kami lakukan kajian sistemik disertai saran perbaikan, belum terlihat adanya kebijakan pemerintah yang efektif untuk mengatasinya," katanya, Jumat (20/11/2019).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Selain membebani keluarga, pungutan juga menimbulkan efek lainnya pada siswa, seperti terganggunya hak belajar terutama saat hendak mengikuti ujian, memperoleh rapor dan ijazah, juga diskriminasi saat pembagian kelas. Siswa yang orang tuanya menolak pungutan juga biasanya mengalami perundungan di sekolah.

Sekolah belum ramah anak juga menjadi kasus yang cukup disoroti, sebanyak tujuh laporan. Sepanjang 2019 ditemukan berbagai tindakan sekolah yang berdampak pada ketidaknyamanan layanan pendidikan bagi siswa. Beberapa kasus diantaranya surat edaran yang mewajibkan pakaian berciri keagamaan bagi semua siswa di SD N Karangtengah III Gunungkidul. Terjadi pula peristiwa guru yang menendang muridnya di SMPN 10 Jogja.

Ditemukan pula di SMKN 6 Jogja, seorang siswa yang dianggap melakukan pelanggaran tidak dinaikkan kelas. "Model penegakan disiplin siswa yang mengutamakan pemberian sanksi masih dilakukan. Sehingga berakibat hilangnya kesempatan anak melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya," katanya.

ResponS sekolah dalam mengatasi masalah perundungan juga masih belum memadai. Di SMAN 2 Wates, tiga siswa kelas X mengalami perundungan oleh kakak kelasnya. Karena sekolah tidak bisa menangani dengan baik, orang tua ketiga siswa itu pun memindahkan anaknya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Survei Indikator: Polri Masih Terpuruk

News
| Senin, 28 November 2022, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement