Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA - Sosialisasi pengadaan jalan tol di wilayah Sleman akan dilanjutkan pada Januari tahun depan. Hingga kini, dari 20 desa yang sudah mendapatkan sosialisasi, baru empat desa yang mendapatkan sosialisasi.
Keempat desa tersebut meliputi Desa Bokoharjo (Prambanan), Selomartani, Tamanmartani, dan Tirtomartani (Kalasan). Dari jumlah tersebut, Tim Persiapan sudah menyampaikan sosialisasi kepada sekitar 795 pemilik bidang tanah dari sekitar 2.906 bidang yang dibutuhkan.
Dengan rincian, Bokoharjo (165 bidang) seluas 80.352 meter persegi, Selomartani (162 bidang) seluas 72.132 meter persegi, Tamanmartani (140 bidang) seluas 82.325 meter persegi dan Tirtomartani (331 bidang) seluas 219.419 meter persegi.
"Untuk Desa Purwomartani kami jadwalkan pada Minggu pertama Januari 2020," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Totok Wijayanto, Sabtu (21/12/2019).
Hingga kini, lanjut Totok, Tim Persiapan terus menyelesaikan tugas validasi data tanah di keempat desa tersebut. Alasannya, validasi data tanah akan digunakan oleh Tim Persiapan untuk tahapan publik hearing.
"Validasi data menjadi data awal. Saat Penlok turun, revisi data pemilik tanah sudah selesai. Ini yang diperbaiki," katanya.
Dia optimistis, pelaksanaan sosialisasi berjalan lancar sehingga pada antara Agustus hingga Oktober 2020 bisa masuk tahapan pembebasan lahan dan pembayaran ganti untung bagi warga terdampak. Diakuinya, setiap sosialisasi sebagian besar warga mengira materi yang diberikan sudah membahas masalah harga tanah.
"Untuk masalah harga tanah akan diberikan pada tahap sosialisasi berikutnya. Sosialisasi awal ini dilakukan sebelum izin penetapan lokasi (penlok) dikeluarkan," katanya.
Setelah penlok turun, kata Totok, dilanjutkan dengan pematokan dan pengukuran bidang serta inventarisasi untuk pengadaan lahan. Adapun target konstruksi dimulai pada 2021 akhir atau tergantung dari ketersediaan lahan. Sebab pada 2023 nanti, proyek ini diharapkan selesai sehingga pada 2024 bisa digunakan untuk masyarakat.
"2024 kami berharap agar jalan tol ini di Jogja bisa beroperasi," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.