Rumah Lansia Penambang Batu di Kulonprogo Ludes Dilalap Api

Ilustrasi. - Reuters
25 Desember 2019 18:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebuah rumah di Dusun Kroco, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, terbakar pada Rabu (25/12/2019) pagi. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Kepala Dusun Kroco, Slamet Supriono, mengatakan rumah tersebut dihuni Pardi, 70. Saat kejadian, rumah pria lanjut usia itu dalam keadaan kosong karena yang bersangkutan sedang keluar untuk bekerja sebagai penambang batu putih.

Di rumah tersebut juga tidak ada siapa-siapa lantaran Pardi hidup menyendiri, sementara anak dan istrinya tinggal di Dusun Girinyono, desa setempat yang berjarak sekitar 4,5 Km, dari lokasi kejadian.

Dia menerangkan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh dua warga yang tinggal tak jauh dari rumah korban sekira pukul 09.15 WIB. Keduanya bernama Aziz dan Supardi. Mulanya kedua orang itu mendengar suara ledakan yang bersumber dari rumah tersebut. Karena penasaran, mereka mendatangi sumber suara, dan didapati asap telah membumbung tinggi.

Melihat hal itu, Aziz lantas berlari dan berteriak meminta bantuan kepada warga lain untuk membantu pemadaman. Sementara Supardi, menghubunginya, lalu laporan ke kepolisian setempat dan petugas pemadam kebakaran.

"Saya langsung ke lokasi dan melihat api sudah besar. Saya langsung cek ke bagian dalam untuk pastikan tidak ada orang. Setelah itu, membantu pemadaman," ujar Slamet, Rabu siang.

Warga bersama petugas damkar, PMI Kulonprogo, jajaran kepolisian dan TNI setempat yang sudah berkerumum di lokasi kebakaran berjibaku memadamkan api. Kurang dari satu jam, api berhasil dipadamkan.

Petugas Damkar Kulonprogo Nevo Roby Haryadi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kobaran api menghanguskan sebagian atap, perabot rumah tangga dan sejumlah uang. Kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun muncul dugaan sumber api muncul dari lampu semprong yang ditinggalkan pemilik dalam keadaan menyala. Lampu itu diduga meledak dan percikan api mengenai bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.

Kepala Desa Sendangsari, Suhardi mengatakan untuk meringankan beban korban, pemerintah desa memberikan bantuan tanggap bencana berupa makanan senilai Rp500.000. Dalam waktu dekat juga akan diadakan gotong royong serta pengumpulan dana dari tetangga korban guna memperbaiki atap rumah dan pembelian perabot yang telah rusak.