Pamit Cari Kayu, Warga Gunungkidul Ditemukan Tewas di Dasar Luweng
Seorang pencari kayu bakar bernama Rujito ditemukan tewas di dasar luweng Alas Turi di Padukuhan Macanmati, Girimulyo, Panggang, Rabu (17/6/2026) malam.
Pengendara sepeda motor melintas di dekat sumber air PDAM yang disegel oleh warga di Dusun Wilayu, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kamis (2/1/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Merasa kecewa terhadap pelayanan PDAM Tirta Handayani, warga Dusun Wilayu, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, menyegel salah satu sumber air yang berlokasi di desa setempat. Penyegelan dilakukan Minggu (29/12/2019). Untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi, Pemdes Pacarejo menginisiasi pertemuan warga dan PDAM, Kamis (2/1/2020).
Sumber air di Wilayu merupakan salah satu pemasok air baku PDAM Tirta handayani untuk disalurkan ke pelanggan. Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, mengatakan pertemuan dilakukan untuk mencari solusi terhadap keluhan warga soal pelayanan PDAM. Menurut dia, pelayanan yang diberikan PDAM tak memuaskan warga karena selalu muncul masalah. “Buktinya ada penyegelan dari warga karena tidak puas dengan layanan yang ada,” kata Suhadi kepada wartawan, Kamis.
Ia menjelaskan di Wilayu ada dua sumber air yang dikelola PDAM. Sayangnya, air justru didistribusikan daerah lain. “Kami selaku pemerintah desa meminta air dari dua sumber itu hanya didistribusikan untuk warga Desa Pacarejo. Jika bisa diwujudkan, maka permasalahan kekurangan air yang muncul bisa diselesaikan,” katanya.
Keyakinan yang disuarakan oleh Suhadi bukan tanpa alasan. Menurut dia, berdasarkan dari kajian PDAM, kebutuhan air di Pacarejo mencapai lima liter per detik. Sedangkan dari dua sumber di Wilayu potensinya mencapai hampir enam liter per detik. “Mudah-mudahan ada jalan keluar sehingga masalah dapat diselesaikan,” katanya.
Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto, membantah adanya pengistimewaan terhadap layanan ke salah satu perusahaan swasta yakni PT WMU. Menurut dia, perusahaan ini mendapatkan layanan yang sama seperti pelanggan lainnya. “Kebutuhan PT WMU tidak seberapa karena dari seluruh kebutuhan lima liter per detik, hanya butuh satu liter per detik sehingga masyarakat masih bisa terlayani,” tuturnya.
Menurut dia, permasalahan muncul karena adanya penghentian operasional dua sumber di Wilayu. Satu sumber operasionalnya dihentikan sejak tiga bulan lalu karena adanya keluhan dari masyarakat. Satu sumber lainnya berhenti beroperasi sejak Minggu (29/12) karena disegel oleh warga. “Jadi untuk saat ini sumber di Wilayu tidak ada yang beroperasi. Untuk pemenuhan kebutuhan air ke pelanggan kami mengambil air dari sumber di Seropan,” katanya.
Disinggung mengenai tuntutan warga, Toto mengakui siap membahas secara internal di manajemen PDAM. “Kami bahas dulu. Yang jelas secara prinsip PDAM siap meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang pencari kayu bakar bernama Rujito ditemukan tewas di dasar luweng Alas Turi di Padukuhan Macanmati, Girimulyo, Panggang, Rabu (17/6/2026) malam.
Video penarikan mobil pedagang bakso oleh debt collector di Semarang viral. Warung disebut belum kembali beroperasi setelah kejadian tersebut.
Temuan pelajar SMP yang kedapatan membeli minuman oplosan saat operasi penegakan peraturan daerah menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Bantul
Tren HP baterai jumbo semakin diminati. Daya tahan lebih lama membuat banyak pengguna mulai mengurangi ketergantungan pada powerbank.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,8 miliar untuk rehabilitasi 615 RTLH pada 2026. Program dimulai Juli dan menjangkau seluruh kapanewon.
Gojek Luncurkan Jalan Jajan Gojek Yogyakarta untuk Permudah Wisatawan Jelajahi Destinasi dan Kuliner di Jogja