Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Pengendara sepeda motor melintas di dekat sumber air PDAM yang disegel oleh warga di Dusun Wilayu, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kamis (2/1/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Merasa kecewa terhadap pelayanan PDAM Tirta Handayani, warga Dusun Wilayu, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, menyegel salah satu sumber air yang berlokasi di desa setempat. Penyegelan dilakukan Minggu (29/12/2019). Untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi, Pemdes Pacarejo menginisiasi pertemuan warga dan PDAM, Kamis (2/1/2020).
Sumber air di Wilayu merupakan salah satu pemasok air baku PDAM Tirta handayani untuk disalurkan ke pelanggan. Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, mengatakan pertemuan dilakukan untuk mencari solusi terhadap keluhan warga soal pelayanan PDAM. Menurut dia, pelayanan yang diberikan PDAM tak memuaskan warga karena selalu muncul masalah. “Buktinya ada penyegelan dari warga karena tidak puas dengan layanan yang ada,” kata Suhadi kepada wartawan, Kamis.
Ia menjelaskan di Wilayu ada dua sumber air yang dikelola PDAM. Sayangnya, air justru didistribusikan daerah lain. “Kami selaku pemerintah desa meminta air dari dua sumber itu hanya didistribusikan untuk warga Desa Pacarejo. Jika bisa diwujudkan, maka permasalahan kekurangan air yang muncul bisa diselesaikan,” katanya.
Keyakinan yang disuarakan oleh Suhadi bukan tanpa alasan. Menurut dia, berdasarkan dari kajian PDAM, kebutuhan air di Pacarejo mencapai lima liter per detik. Sedangkan dari dua sumber di Wilayu potensinya mencapai hampir enam liter per detik. “Mudah-mudahan ada jalan keluar sehingga masalah dapat diselesaikan,” katanya.
Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto, membantah adanya pengistimewaan terhadap layanan ke salah satu perusahaan swasta yakni PT WMU. Menurut dia, perusahaan ini mendapatkan layanan yang sama seperti pelanggan lainnya. “Kebutuhan PT WMU tidak seberapa karena dari seluruh kebutuhan lima liter per detik, hanya butuh satu liter per detik sehingga masyarakat masih bisa terlayani,” tuturnya.
Menurut dia, permasalahan muncul karena adanya penghentian operasional dua sumber di Wilayu. Satu sumber operasionalnya dihentikan sejak tiga bulan lalu karena adanya keluhan dari masyarakat. Satu sumber lainnya berhenti beroperasi sejak Minggu (29/12) karena disegel oleh warga. “Jadi untuk saat ini sumber di Wilayu tidak ada yang beroperasi. Untuk pemenuhan kebutuhan air ke pelanggan kami mengambil air dari sumber di Seropan,” katanya.
Disinggung mengenai tuntutan warga, Toto mengakui siap membahas secara internal di manajemen PDAM. “Kami bahas dulu. Yang jelas secara prinsip PDAM siap meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.