Sadar Narimo Daftar Jadi Cabup Sleman, Bakal Bersaing dengan Anak Amien Rais

Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narimo saat diwawancarai ketika ingin melakukan penumpukan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Bupati dan wakil Bupati ke sekretariat DPD PAN Sleman di Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Jumat (3/12/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
03 Januari 2020 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sadar Narimo yang juga selaku Ketua DPD PAN Sleman mengembalikan berkas formulir pendaftaran sebagai bakal calon kepala daerah (Cakada) ke sekretariat DPD PAN Sleman di Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Jumat (3/12/2019). Dua kader PAN lainnya juga sudah mengembalikan berkas antara lain anak politikus senior PAN Amien Rais, Mumtaz Rais Wiryosudarmo dan Sri Handayani.

Sebagai calon, Sadar mengatakan jika banyaknya nama yang muncul sebagai kandidat untuk berkontestasi dalam Pilkada Sleman 2020 semuanya adalah unsur dalam pemenangan PAN dalam kontestasi Pilkada Sleman 2020.

"Sehingga kami saling bahu membahu agar dalam Pilkada 2020 PAN mendapatkan porsi yang terbaik bersama dengan partai politik lainnya," ujar Sadar saat ingin mengumpulkan berkas pendaftarannya di sekretariat DPD PAN Sleman di Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Jumat (3/12/2020).

Alasan Sadar optimistis ikut dalam kontestasi Pilkada di kabupaten Sleman adalah pengalaman kemenangan PAN selama dua periode dua Pilkada. "Kader PAN bisa menjadi Bupati dan menjadi support bagi kader PAN yang lain untuk meneruskan sukses beliau (Sri Purnomo) sebagai kader PAN, beliau Alhamdulillah dua kali berturut-turut berhasil mendapatkan kepercayaan dari seluruh masyarakat Sleman untuk menjadi Bupati Sleman dua periode," jelasnya.

Setelah mengumpulkan berkas pendaftaran, langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh Sadar adalah dengan melakukan pertama dengan menyerahkan mekanisme selanjutnya kepada tim pilkada DPD PAN Sleman.

"Karena meskipun ia sebagai Ketua DPD PAN Sleman, ia juga sebagai seorang kandidat sehingga wilayah setelah penjaringan itu tentunya akan ditentukan oleh teman-teman tim pilkada DPD PAN Sleman," jelasnya.

Kedua, sebagai kandidat ia juga harus melakukan komunikasi politik dengan para tokoh terutama kepada tokoh PAN, Muhammadiyah, dan tokoh agama, tokoh profesi dan tokoh lainnya. "Intinya setelah mendaftar wajib bagi kami untuk segera meminta doa restu kepada banyak pihak," imbuhnya.

Terkait dengan koalisi, ia mengatakan jika akan ada tahapan tertentu dimana koalisi akan membuka pendaftaran terhadap calon-calon yang dimunculkan dari masing-masing partai.

"Artinya, kita akan menunggu dari koalisi santun, kapan koalisi tersebut akan membuka pendaftaran sehingga Insya Allah semua kandidat setelah disaring dan disahkan itu juga akan didaftarkan ke koalisi santun," jelasnya.

Ketika disinggung pesaing paling berat dari kandidat internal PAN, ia belum bisa mengatakannya. Saat ini, menurut Sadar, semua kandidat masih mempunyai peluang yang sama untuk bisa memenangkan Pilkada karena waktunya masih panjang dan dinamika sampai pendaftaran di KPU masih sangat dinamis dan cair.

"Kecerdasan masyarakat Sleman akan menjadi penentu, karena untuk level pemilih di Sleman ini berada di level yang cukup cerdas dan bijak bisa menentukan pemilih yang cocok memimpin mereka," ungkapnya.

Terkait dengan keterlibatan anak Amien Rais yang maju dalam Pilkada Sleman, sadar mengatakan jika hal tersebut merupakan bagian dari kekayaan di PAN Sleman. "Mumtaz sendiri merupakan ketua DPP Bakokal PAN itu berkenan untuk terjun di Pilkada Sleman, bagi kami tidak ada masalah, semua saling kerja sama dan bahu membahu untuk mencari formasi yang pas dalam Pilkada Sleman 2020," terangnya.

Untuk menghadapi Mumtaz, menurut Sadar tidak ada istilah berat. Ia mengatakan, jika ia dan Mumtaz berada di level yang sama. "Kami hargai beliau yang turun di pilkada Sleman, namun karena kita sama sama kader PAN, beliau sebagai ketua DPP dan saya sebagai ketua DPD tentu insya Allah bagi kami, DPW dan DPP akan adil dan objektif dalam melihat kader untuk diberikan porsi yang sama untuk berkontribusi dan berpartisipasi untuk membesarkan PAN di 2020," paparnya.

Komunikasi dengan Mumtaz juga sudah dilakukan oleh Sadar. "Pernah sekali kami bertemu dan bersepakat untuk mendorong semua kader untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada 2020 ini, artinya itu bisa dimaknai kehadiran kandidat yang muncul dari Sleman patut untuk diapresiasi," jelasnya.

Lebih lanjut, nama yang mendapatkan surat keputusan (SK) dari DPP, nantinya bakal didaftarkan oleh DPD PAN Sleman ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman.

Dari ketiga nama itu, dua nama diprediksi bakal bersaing ketat untuk mendapatkan SK. Keduanya yakni Ahmad Mumtaz Rais yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PAN Badan Koordinasi Antarlembaga dan Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narimo.