Profil Pemilik Sefas Group, Akuisisi 100 Perse n SPBU Shell Indonesia
Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Simak profil pemilik dan rekam jejak bisnis Sefas selama hampir 30 tahun.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kematian seorang janda di Gunungkidul lantaran diduga dibunuh menyisakan kesedihan, lantaran korban meninggalkan anak.
Keluarga Paniyati (51), janda yang ditemukan tewas dengan luka bacok di Bukit Batur Agung, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut. Mereka meminta polisi segera mengungkap serta menangkap pelaku pembunuhan yang mengakibatkan janda tiga anak ini meninggal.
“Kami harap polisi segera menyelesaikannya,” kata kakak Ipar Paniyati, Suratno, Kamis (2/1/2020).
Sejak Paniyati ditemukan meninggal pada Selasa (31/12/2019) malam, keluarga belum mendapat kepastian informasi tentang peristiwa tersebut. Mereka mengaku hanya bisa menunggu proses penyelidikan yang dilakukan oleh polisi.
Tapi keluarga mengaku tidak pernah tahu sampai di mana proses penyelidikan. Termasuk tentang dugaan pelaku pembunuhan.
“Dari pihak keluarga masih menunggu prosesnya sampai di mana,” tuturnya.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Paniyati yang tinggal di Pedukuhan Sunggingan, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Keluarga dan kerabat masih belum percaya Paniyati tewas dengan penuh luka bacokan.
Keluarga mengatakan Paniyati selama ini dikenal sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab kepada tiga anaknya yang diasuh sendirian. Setelah suaminya meninggal dunia, dia berusaha memenuhi kebutuhan keluarga sebagai petani.
Sebelumnya, pada Selasa (31/12/2019) malam warga Desa Umbulrejo geger dengan penemuan Paniyati dalam kondisi meninggal dunia dengan penuh luka sabetan benda tajam. Disamping korban terdapat ketua RT Suratmin yang juga mengalami luka benda tajam.
“Kalau Suratmin merupakan pelaku, saya kira keluarganya akan minta maaf dan kami juga memaafkan. Tapi Suratmin juga ditemukan dengan kondisi penuh luka. Kami masih menunggu hasil penyelidikan polisi,” ujarnya.
Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. “Kami masih lakukan penyelidikan dan belum bisa memberikan informasi detail. Kami akan segera gelar perkara,” terang Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Simak profil pemilik dan rekam jejak bisnis Sefas selama hampir 30 tahun.
Polri menelusuri aliran dana di balik kasus 72 tersangka pembakar hutan di Sumatra dan Kalimantan dengan menggandeng PPATK.
Seluruh wilayah DIY masuk kategori awas karhutla pada 23-29 Agustus 2026. BMKG meminta masyarakat mewaspadai kebakaran saat musim kemarau.
Kemenhaj membuka seleksi petugas haji 1448 H/2027 M mulai 25 Agustus 2026. Simak formasi, syarat, tahapan, dan jadwalnya.
Tahun ini, cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fatma Jati Kirana, siswi kelas XI D MAN 5 Sleman, yang terpilih sebagai anggota Pasukan 8 Paskibraka
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya menghadapi perang skala penuh di tengah sanksi baru Amerika Serikat.