Lima Rumah di Bantul Rusak Akibat Hujan dan Angin Kencang Dini Hari

Hujan yang disertai angin kencang akibatkan pohon jati di Padukuhan Peni, RT 04 Desa Palbapang Bantul tumbang dan menimpa rumah warga. - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
08 Januari 2020 03:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Cuaca ekstrem melanda sebagian wilayah di Kabupaten Bantul, pada Selasa (7/1/2020) dini hari. Hujan yang disertai angin kencang itu mengakibatkan pohon jati di Padukuhan Peni, RT 04 Desa Palbapang Bantul tumbang dan menimpa rumah warga.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut. Hanya saja, kerusakan terjadi pada bagian dapur rumah.

Pemilik rumah, Sugeng Sutisno menuturkan, pohon jati yang menimpa rumahnya itu terjadi pada dini hari. Saat itu, menurutnya hujan disertai angin berhembus cukup kencang.

"Saya ada di dalam rumah kaget, tiba tiba pohon tumbang itu, bagian genting pada hancur. Kerugian sekarang belum bisa dihitung," katanya ketika ditemui Harianjogja.com. Selasa.

Pohon yang tumbang tersebut menimpa bagian dapur yang menyebabkan kerusakan ada pada bagian atap.

Kejadian serupa juga dialami oleh Jumadi, warga Kembangan, Bambanglipuro saat angin menerjang rumahnya. Saat itu sekitar pukul 02.00 dinihari.

Menurutnya hujan lebat mulai turun sejak beberapa jam sebelumnya dan menbuatnya khawatir hingga tidak dapat tidur.

"Ya tiba-tiba ada suara gemuruh dan suara seng dan asbes pada pecah, dan tidak lama saya keluar untuk liat kondisi," katanya.

Dia menjelaskan atap teras rumahnya sudah jebol dan barang-barang berserakan ketika dirinya keluar rumah untuk melihat kondisi sekirar.

"Anginnya seperti datang dari sawah, disana ada satu pohon tumbang, terus di tetangga saya itu gentingnya hancur," ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Bambanglipuro, AKP Wahyu Sudadi menjelaskan angin kencang terjadi cukup singkat. Namun akibatnya lima rumah di Dusun Kembangan dan Dusun Bregan rusak.

"Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang terbang terbawa angin. Saat kejadian listrik padam sehingga pembersihan secara optimal baru dapat dilakukan pada pagi harinya," jelasnya.

Kapolsek menyampaikan pembersihan yang dilakukan fokus pada rumah warga terdampak. Pihaknya bekerjasama dengan Koramil Bambanglipuro, FKPM Bambanglipuro, dan warga serta relawan.