SIM Card Wajib Biometrik, Pelanggan Keluhkan Harga dan Verifikasi
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Para pelaku penganiyaan dan perusakan warung makan di kawasan Sleman diringkus polisi di Mapolda DIY, Jumat (10/1/2020). -SUARA/Baktora
Harianjogja.com, SLEMAN--Terduga pelaku klithih yang membuat onar sejumlah lokasi di Sleman akhirnya digulung polisi.
Kepolisian Daerah (Polda) DIY bersama Polres Sleman meringkus 10 orang yang tergabung dalam kelompok yang menamai dirinya Street Gang, Jumat (10/1/2020).
Kelompok yang diketahui didominasi oleh anak remaja tersebut melakukan penganiayaan di tiga lokasi berbeda, antara lain Jalan Angga Jaya, Condongcatur; Jalan Moses Gatotkaca, Caturtunggal; dan Jalan Perumnas Gorongan, Condongcatur, Kabupten Sleman beberapa waktu lalu. Para pelaku sudah ditahan di Polres Sleman.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan bahwa penganiyaan di tiga lokasi tersebut merupakan sebuah rangkaian aksi kejahatan yang dilakukan para pelaku usai berkumpul di sebuah kafe di Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman.
"Jadi ada tiga laporan polisi yang kami terima. Pertama penganiayaan di Jalan Moses Gatotkaca, perusakan warung makan di Condongcatur (Torres Penyetan), dan penganiayaan di Jalan Perumnas Gorongan. Polisi telah menangkap para pelaku yang diduga melakukan aksi tersebut pada Sabtu-Minggu (4-5/1/2020)," kata Yuliyanto, saat menggelar konferensi pers di Mapolda DIY, Jumat (10/1/2020).
Pelaku-pelaku tersebut antara lain AGW (21) dan RMM (20), yang diduga melakukan penganiayaan kepada korban bernama Rezafianto Bondan (19) dan Raden Muhammad Zaidan Safran (17) di Jalan Moses Gatotkaca. Empat pelaku lain berinisial SAS (21), AP (21), RMM (21), dan AGW (21). Mereka melancarkan aksinya di Jalan Perumnas Gorongan, Caturtunggal hingga menyebabkan satu korban bernama Fakri Imam Santoso (17) luka sobek di bagian kepala.
Sementara pelaku lainnya berinisial ES (21), ADL (17), RAS (21), RA (21), AP (21), YM (17), RMM (21), SAS (21), AHI (20), dan AGW (21), yang melakukan perusakan di Jalan Angga Jaya, tepatnya di warung makan Torres Penyetan.
"Beberapa pelaku ini ada yang terlibat di dua TKP. Ada juga satu pelaku yang terlibat di tiga lokasi kejadian sekaligus karena memang ini sebuah rangkaian kejadian usai mereka berkumpul," jelas Yuliyanto.
Pihaknya menuturkan bahwa rangkaian kejadian sendiri diawali dari Cafe Nevada, Depok Barat saat mereka berkumpul. Setelah itu para pelaku melancarkan aksinya di Jalan Angga Jaya di warung makan Torres Penyetan sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (4/1/2020).
Sejumlah pelaku ada yang berpencar dan melakukan aksinya di Jalan Perumnas Gorongan, Condongcatur pada pukul 23.00 wib, Sabtu (4/1/2020).
Peristiwa terakhir terjadi di Jalan Moses Gatotkaca, Caturtunggal, di mana dua orang korban mengalami luka-luka. Penyerangan terjadi pada pukul 00.00 WIB, Minggu (5/1/2020).
Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah menyebutkan, empat dari delapan pelaku ditangkap saat berada di Cilacap.
"Kasus tersebut terus kami selidiki dan akhirnya menangkap anak-anak itu. Empat anak yang kami tangkap terakhir, berada di Cilacap semalam [Kamis]. Jadi dua hari sebelumnya kami mengamankan dua orang pelaku dan sudah diketahui para pelaku. Beberapa berhasil kabur dan sudah kami amankan anak-anak yang terlibat," kata Rizky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.