Jaringan Air PDAM di Sleman Terancam Terkena Proyek Tol Jogja

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
10 Januari 2020 22:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Proses sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol kepada warga terdampak terus dilakukan. Hanya saja, sampai saat ini PDAM Sleman mengaku belum mendapatkan informasi terkait titik lokasi pembangunan jalan tol.

Kondisi tersebut, lanjut Direktur PDAM Sleman Dewi Nurwata bisa mengancam jaringan air PDAM Sleman baik yang ada di wilayah perdesaan maupun perkotaan. Perusahaan pelat merah tersebut berharap pembangunan jalan tol tidak berdampak pada jaringan air bersih milik PDAM. "Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi resmi titik lokasi pembangunan jalan tol di mana saja?," katanya, Jumat (10/1/2020).

Dijelaskan Dwi, informasi titik-titik lokasi pembangunan jalan tol tersebut dinilai penting untuk mengamankan jaringan dan distribusi air kepada pelanggan. Saat ini jumlah pelanggan perusahaan air minum tersebut mencapai 37.147 sambungan.

"Jika kami mengetahui lebih awal titik-titik lokasi pembangunan jalan tol, tentu kami akan lakukan antisipasi sejak dini. Jangan sampai distribusi air kepada pelanggan bisa terganggu," katanya.

Menurutnya, jaringan air bersih milik PDAM membentang hampir di semua wilayah, baik pedesaan maupun perkotaan. Termasuk di sekitar selokan Mataram dan juga ring road. Jika jaringan air PDAM terkena proyek strategis tersebut, maka pihaknya akan segera menyiapkan langkah strategis untuk menyelamatkan jaringan air bagi pelanggan.

"Ini juga terkait juga dengan kesiapan biaya operasional, misalnya, untuk memindahkan jaringan agar tidak terkena proyek tol. Bagaimanapun butuh waktu untuk memindahkan atau membangun jaringan air baru," katanya.

Saat ini, PDAM Sleman memanfaatkan sejumlah sumber air seperti umbul wadon di Cangkringan dan beberapa titik sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan. Kerusakan jaringan air bersih, kata Dwi juga sering kali terjadi akibat proses perbaikan jalan dan saluran air hujan. "Kami berharap agar segera ada komunikasi terkait titik lokasi pembangunan jalan tol agar kami bisa bisa menyiapkan antisipasinya," kata Dwi.