Malioboro Tanpa Asap Rokok, Sultan Minta Disiapkan Fasilitas

Sultan HB X memberikan keterangan kepada wartawan setelah apel operasi lilin Progo 2018 di Mapolda DIY, Jumat (21/12/2018). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
13 Januari 2020 20:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendukung penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) di sepanjang Maliobowo. Namun ia meminta agar disiapkan fasilitas khusus untuk tempat orang merokok.

HB X tidak mempersoalkan dengan penerapan KTR di Malioboro, tetapi harus disiapkan fasilitas bagi masyarakat yang ingin merokok. Fasilitas itu harus disiapkan meski pun lokasinya agak berjauhan atau di area pinggiran.

“Enggak masalah silakan saja, tetapi kan harus ada fasilitas, enggak bisa bebas rokok tetapi tidak ada tempat yang untuk alternatif kan, harus ada [fasilitas untuk merokok], meski pun relatif agak jauh dari lingkungannya tetapi, seperti di Garuda depan Grand Inna Malioboro] juga ada salah satu ada, ketentuan aturannya begitu [harus ada fasilitas],” terangnya Senin (13/1/2020).

Sultan tidak yakin penerapan KTR dapat menurunkan kunjungan wisatawan ke Malioboro. “ Belum mungkin tentu [menurunkan jumlah wisatawan] juga, belum tentu juga, [kalau] itu prasangka juga boleh,” katanya .

Ia mengatakan jika ada fasilitas maka siapa pun bisa memanfaatkannya ketika berada di Malioboro. Beberapa yang perlu diberikan fasilitas seperti titik di bagian tengah Malioboro serta selatan.

“KTR bukan berarti tidak ada tempat, tetapi harus ada fasilitas, enggak boleh kalau tidak [ada fasilitas], seperti di garuda di sebelah ujung, yang mungkin tengah dan selatan belum ada, biar orang mau merokok harus ke situ,” ucapnya.

KTR itu, lanjutnyam berlaku bagi siapa saja termasuk pedagang yang berada di Malioboro. Aturan ini termasuk edukasi bagi masyarakat untuk berdisiplin. “Iya [pedagangnya juga], kita kan tidak pernah dididik disiplin, kita didik disiplin saja,” ucap Sultan.