Dewan Kota Jogja Desak Pembina Pramuka yang Ajak Tepuk Berbau Rasis Diberhentikan

Pramuka
14 Januari 2020 17:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kasus tepuk berbau rasis di kegiatan Pramuka di Kota Jogja menuai kritik.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko angkat bicara terkait Pembina Pramuka yang mengajarkan tepuk dan yel-yel 'Islam Islam Yes, Kafir Kafir No' di SD N Timuran Yogyakarta. Dia mendesak pembina Pramuka itu dicopot.

"Kita rekomendasikan untuk pembina itu diberhentikan saja dari Pramuka. Karena memang domisilinya tidak di (Kota) Yogya, kita mendorong Kwarda melaksanakan tindakan pencopotan terhadap pembina Pramuka itu," kata Danang, kepada wartawan di kantornya, Yogyakarta, Selasa (14/1/2020).

Danang menganggap pembina asal Gunungkidul yang menjadi peserta kursus pembina pramuka kursus mahir lanjutan (KML) di SD N Timuran Yogyakarta tak mengetahui sejarah Pramuka. Danang lalu menyinggung sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjadi bapak Pramuka Indonesia.

"Sudah tidak benar ini orang. Orang ini nggak tahu sejarah. Ka Kwarnasnya dulu kan juga Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada waktu itu, tidak pernah ada (yel-yel seperti itu)," tuturnya.

"Dan Selama ini di Yogya itu diketahui adanya Pandu HW, Hizbul Wathan-nya Muhammadiyah saja tidak pernah menyampaikan hal-hal yang seperti itu," paparnya.

Oleh karenanya, Danang meminta Kwarda DIY bertindak tegas dengan mencopot pembina Pramuka asal Gunungkidul tersebut. Nantinya permintaan itu akan disampaikan DPRD Kota Yogyakarta melalui Kwarcab Kota Yogyakarta.

"Kalau (pembina mengajar tepuk dan yel 'No Kafir') bukan sebagai anggota Kwarcab Kota Yogyakarta, maka kita akan menyampaikan (tuntutan) kepada Kwarda melalui Kwarcab Kota Yogyakarta," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Kota Yogyakarta juga telah memanggil Dispora dan Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta untuk dimintai klarifikasi.

Peristiwa yang disayangkan banyak pihak ini terjadi Jumat (10/1/2020) lalu sekitar pukul 10.00-11.00 WIB. Tepuk bertendensi sektarian tersebut terungkap setelah salah satu wali murid berinisial K mengajukan protes pada pembina di kegiatan itu dan menuliskannya di status WhatsApp hingga viral di media sosial.

Sumber : Detik.com