New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Mahfud MD saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).- Harian Jogja/Yogi Anugrah
Harianjogja.com, SLEMAN--Kasus tepuk tangan berbau rasis di Jogja yang menyebut "Kafir No" mendapat repons negatif dari Menkopolhukam.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Prof Mahfud MD menyebut, munculnya tepuk Pramuka disertai yel-yel berbau SARA di Yogyakarta merupakan bentuk tindakan yang merendahkan keberagaman.
Di hadapan wartawan, Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan ini mengatakan, apa yang terjadi itu tidak baik untuk keutuhan bangsa. Saat ditanya langkah terbaik yang perlu diambil selanjutnya, Mahfud MD menyebut pembinaan bagi guru atau pembina Pramuka yang bersangkutan.
"Pembinaan dulu dulu aja dah. Jangan-jangan gurunya agak bego kali, dipanggil dulu, ditanya dulu saja pembina Pramuka-nya. Masa sampai ada yel-yel seperti itu?" kata dia, usai menjadi pembicara dialog kebangsaan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Selasa (14/1/2020).
Sementara, agamawan dan budayawan, Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus menyebut, perilaku orang yang mengajarkan siswa tepuk Pramuka diiringi yel \'Islam Yes Kafir No\', telah melukai perasaan pihak tertentu.
Menurut dia, tak menjadi masalah apabila apa yang dimiliki pihak tertentu dianggap istimewa, kemudian menganggap pihak yang berbeda dengan mereka tidak istimewa, ssalkan jangan sampai meregangkan persatuan sesama bangsa Indonesia.
"Itu [tepuk Islam Yes Kafir No] menyakitkan sekali, apalagi dilakukan oleh orang yang mengaku beragama. Semua orang beragama tentu tahu, Tuhan itu maha pengasih. Menciptakan agama [yang] rahmatan lil alamin, kasih sayang untuk alam semesta. Kalau dengan saudara sendiri saja tidak bisa kasih sayang, bagaimana dengan yang lainnya?" ujarnya.
Sebelumnya, jagad media sosial dibuat riuh dengan adanya kasus peserta pembina pramuka yang mengajarkan yel berbau SARA pada peserta didik di SDN Timuran dalam KML.
Salah seorang wali murid, K, melaporkan kejadian tersebut pada pembina pramuka di sekolah. K juga mengunggah kejadian tersebut ke medsos. Kasus ini masih ditindaklanjuti oleh Kwarcab Kota Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.