Lima Aksi Gerindra Sleman di Tlogo Putri, dari Tanam Pohon hingga Bagi Sembako
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
SMA Muhammadiyah Al-Mujahidin, membacakan ikrar antiradikalisme, Senin (14/5)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah sekolah di wilayah Sleman diduga sudah terpapar paham radikal. Salah satu indikasinya, adanya perubahan penamaan OSIS kembali ke Rohis.
Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Sleman Unsul Jalis mengatakan hampir 60% sekolah SMA di wilayah Sleman terpapar paham radikal.
Tidak hanya itu, guru-guru SMA ada sekitar 30% yang juga terpapar paham radikal. "Itu data hasil kajian dari angket yang kami sebar di seluruh SMA Negeri dan Swasta pada 2019 lalu," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (15/1/2020).
Penyebaran angket tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa dan guru SMA di wilayah Sleman terpapar paham radikal. Penyebaran angket dilakukan tidak hanya di sekolah negeri tetapi juga sekolah swasta, tidak hanya SMA tetapi juga MA. "Jadi ini bukan sekadar isu, tetapi faktanya memang seperti itu," kata Jalis.
Beberapa indikasi atau pertanyaan dalam angket yang tanyakan, kata Jalis terkait ulama-ulama yang selama ini menjadi panutan dalam beragama. Hasilnya, sebagian siswa dan guru menjawab dengan merujuk pada ulama-ulama radikal. "Indikator lainnya, saat ini sudah ada pergeseran penyebutan OSIS menjadi Rohis. Di beberapa sekolah itu sudah terjadi," katanya.
Dijelaskan Jalis, masuknya paham-paham radikal ke sekolah-sekolah itu bukan terjadi tiba-tiba tetapi sengaja dibawa. "Ada gerakan agar paham ini masuk ke sekolah-sekolah. Kalau ada satu saja yang terpapar entah itu siswa atau guru, pasti mereka akan mengajak orang lain. Dengan begitu perkembangan paham ini akan sangat massif," ujarnya.
Temuan tersebut, lanjut Jalis, sudah disampaikan kepada pemerintah. Agar penyebaran paham radikalisme tidak semakin meluas di kalangan pelajar dan guru diperlukan upaya dan langkah nyata untuk membendungnya. "Misalnya dengan memperbanyak kajian dan dakwah Islam moderat di sekolah-sekolah," ujarnya.
Selain itu, lanjut Jalis, dibutuhkan juga pendampingan atau penyuluhan bagi siswa-siswi yang sudah terpapar paham radikal. Hanya saja, kata Jalis, sampai saat ini para penyuluh agama masih belum bisa masuk ke tanah sekolah untuk memberikan pendampingan tersebut.
"Kami masih menunggu adanya kesepakatan antara Kemenag dengan Disdik Sleman agar bisa masuk ke sekolah-sekolah. Kalau pintu ini dibuka, kami siapkan kurikulum bagi sekolah," katanya.
Sebelumnya, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKTP) Prof M Muhkhtasar menuturkan di Sleman selain sekolah penyebaran paham radikal rentan dilakukan di kampus-kampus.
"Radikalisme tingkat bawah ditanamkan dengan membangun sifat ekslusif. Menerapkan intoleransi setengah-setengah. Misalnya, tidak mau mengucapkan selamat saat perayaan hari raya agama tertentu," katanya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Yusril mengungkap indikasi makar dalam kasus penyadapan Presiden yang menyeret eks Kapolri Listyo Sigit dan dua jenderal lainnya.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 5 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari 13 stasiun hingga Jogja.
Satgas PKH menertibkan kawasan hutan yang diduga dikuasai ilegal perusahaan terafiliasi AK. Pemerintah juga menyiapkan denda administratif.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 5 November 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatannya.