KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
SMA Muhammadiyah Al-Mujahidin, membacakan ikrar antiradikalisme, Senin (14/5)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah sekolah di wilayah Sleman diduga sudah terpapar paham radikal. Salah satu indikasinya, adanya perubahan penamaan OSIS kembali ke Rohis.
Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Sleman Unsul Jalis mengatakan hampir 60% sekolah SMA di wilayah Sleman terpapar paham radikal.
Tidak hanya itu, guru-guru SMA ada sekitar 30% yang juga terpapar paham radikal. "Itu data hasil kajian dari angket yang kami sebar di seluruh SMA Negeri dan Swasta pada 2019 lalu," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (15/1/2020).
Penyebaran angket tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa dan guru SMA di wilayah Sleman terpapar paham radikal. Penyebaran angket dilakukan tidak hanya di sekolah negeri tetapi juga sekolah swasta, tidak hanya SMA tetapi juga MA. "Jadi ini bukan sekadar isu, tetapi faktanya memang seperti itu," kata Jalis.
Beberapa indikasi atau pertanyaan dalam angket yang tanyakan, kata Jalis terkait ulama-ulama yang selama ini menjadi panutan dalam beragama. Hasilnya, sebagian siswa dan guru menjawab dengan merujuk pada ulama-ulama radikal. "Indikator lainnya, saat ini sudah ada pergeseran penyebutan OSIS menjadi Rohis. Di beberapa sekolah itu sudah terjadi," katanya.
Dijelaskan Jalis, masuknya paham-paham radikal ke sekolah-sekolah itu bukan terjadi tiba-tiba tetapi sengaja dibawa. "Ada gerakan agar paham ini masuk ke sekolah-sekolah. Kalau ada satu saja yang terpapar entah itu siswa atau guru, pasti mereka akan mengajak orang lain. Dengan begitu perkembangan paham ini akan sangat massif," ujarnya.
Temuan tersebut, lanjut Jalis, sudah disampaikan kepada pemerintah. Agar penyebaran paham radikalisme tidak semakin meluas di kalangan pelajar dan guru diperlukan upaya dan langkah nyata untuk membendungnya. "Misalnya dengan memperbanyak kajian dan dakwah Islam moderat di sekolah-sekolah," ujarnya.
Selain itu, lanjut Jalis, dibutuhkan juga pendampingan atau penyuluhan bagi siswa-siswi yang sudah terpapar paham radikal. Hanya saja, kata Jalis, sampai saat ini para penyuluh agama masih belum bisa masuk ke tanah sekolah untuk memberikan pendampingan tersebut.
"Kami masih menunggu adanya kesepakatan antara Kemenag dengan Disdik Sleman agar bisa masuk ke sekolah-sekolah. Kalau pintu ini dibuka, kami siapkan kurikulum bagi sekolah," katanya.
Sebelumnya, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKTP) Prof M Muhkhtasar menuturkan di Sleman selain sekolah penyebaran paham radikal rentan dilakukan di kampus-kampus.
"Radikalisme tingkat bawah ditanamkan dengan membangun sifat ekslusif. Menerapkan intoleransi setengah-setengah. Misalnya, tidak mau mengucapkan selamat saat perayaan hari raya agama tertentu," katanya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.