SNMPTN 2020: Supaya Sistem Tidak Eror Jangan Isi PDSS di Waktu Mepet

Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa. - Harian Jogja/Sunartono
17 Januari 2020 21:17 WIB Rahmat Jiwandono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pengisian Pangkalan Data Sekolah Siswa (PDSS) sebagai syarat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMNPTN) 2020 sudah dimulai sejak Rabu (15/1) lalu.

Wakil Ketua II Lembaga Tes Masuk Peguruan Tinggi (LTMPT), Sutrisna Wibawa, mengatakan dalam mengisi PDSS, siswa dan otoritas sekolah sebaiknya tidak mengisi di hari-hari akhir jelang penutupan atau di waktu yang mepet. "Sebaiknya mengisi sebelum 8 Februari 2020 pukul 23.59 WIB [waktu penutupan]," katanya, Jumat (17/1/2020).

Menurut Rektor UNY itu, jika siswa dan sekolah mengisi PDSS lebih awal maka pelayanan yang diberikan LTMPT bisa maksimal.

Apabila banyak sekolah mengisi PDSS pada hari-hari akhir atau di waktu mepet jelang penutupan, dikhawatirkan sistem pengisian secara daring itu bisa eror karena beban terlalu menumpuk di satu waktu.
"Dampak yang kami antisipasi ialah website-nya bisa eror kalau banyak yang akses [laman pendaftaran]," jelasnya.

Ihwal kemungkinan siswa dan sekolah yang sengaja memalsukan data nilai menurutnya akan ada sanksi. "Kami akan bersikap tegas bagi yang memalsukan. Walau sudah diterima [lolos SNMPTN] akan dikeluarkan," kata dia.

LTMPT meminta sekolah dan siswa untuk jujur dalam mengisi PDSS. Guna mengantisipasi pemalsuan nilai, LTMPT punya tim verifikator. Tim ini akan memverifikasi nilai-nilai yang sudah dimasukkan ke dalam PDSS.

Dalam pengisian PDSS lanjut dia, otoritas sekolah bisa mengecek Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) di laman PDSS dan perlu memastikan NPSN beserta data tentang sekolah sudah benar dan terverifikasi di Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).