Tak Terima Merasa Dituding sebagai Sampah, Kaur Desa Srigading Lapor Polisi

Ilustrasi perangkat desa. - Harian Jogja
17 Januari 2020 17:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kepala Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, Wahyu Widodo, dilaporkan ke polisi oleh pegawainya sendiri terkait dengan dugaan perkara pencemaran nama baik. Saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan polisi, bahkan Wahyu Widodo sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik.

Pegawai yang melaporkan Wahyu adalah Sulistiantoro yang menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Srigading.

Kuasa Hukum Sulistiantoro, Sunu Yulimawan mengatakan kasus tersebut terjadi sekitar pertengahan tahun lalu. Saat itu kepala desa membuat status di aplikasi Whatsapp bahwa dirinya akan membersihkan sampah di balai desa.

Sampah yang akan dibersihkan dari balai desa tersebut beratnya mencapai 90 kilogram dan jenis sampahnya, kata Suni, adalah “sampah Jawa tulen, bukan londo atau bule”. Status tersebut menjadi pembicaraan di kalangan pamong desa.

Dalam rapat bersama yang dihadiri sekitar 25 orang pamong desa pada 19 September 2019, Sulistiantoro memberanikan diri menanyakan ihwal sampah yang dimaksud Kepala Desa.

“Saat dikonfirmasi, terlapor [Wahyu Widodo] menjawab sampah yang dimaksud adalah kliennya dengan isyarat penunjukan tangan ke arah kliennya,” kata Sunu, saat memberi keterangan kepada wartawan di salah satu rumah makan di Jalan Dr.Wahidin Sudiro Husodo, Jumat (17/1/2020).

Menurut Sunu pernyataan kepala desa tersebut membuat Sulistiantoro dilecehkan dan dicemarkan nama baiknya, terlebih kata-kata sampah tersebut diucapkan di dalam forum yang dihadiri sekitar 25 pamong desa. Sulistiantoro pun memutuskan untuk melaporkan kepala desa tersebut ke Polres Bantul pada 1 Oktober lalu.