Peresmian Jalan Terowongan Bawah Tanah Terpanjang se-Indonesia Digelar April

Kondisi ujung Underpass YIA di sisi barat tepatnya di Desa Palihan, Kecamatan Temon, seperti terlihat Selasa (10/12/2019). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
21 Januari 2020 20:57 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Simpang siurnya kabar peresmian dan pembukaan jalan terowongan bawah tanah atau underpass Yogyakarta International Airport (YIA) mendapat tanggapan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Ia menuturkan waktu peresmian maupun pembukaan jalan terowongan sepanjang 1,4 kilometer itu akan menunggu instruksi Presiden Joko Widodo.

"Itu terserah Presiden. Kira-kira bulan April, tapi tanggalnya kami nggak menentukan," kata dia saat meninjau pembangunan pengembangan RSUD Wates, Selasa (21/1/2020).

Ia berharap peresmian underpass yang disebut terpanjang se Indonesia itu nantinya bisa sekaligus dengan peresmian YIA dan gedung baru RSUD Wates yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. "Harapan saya kalau memungkinkan ya bareng," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadi Moeljono, menyebut jalur bawah tanah atau umum disebut underpass di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, kemungkinan sudah dibuka untuk umum pada Januari 2020.

Dijelaskan Basuki saat meresmikan Taman Bendung Kamijoro pada (31/12/2019) lalu, pembangunan fisik underpass sudah rampung 100 persen. Namun, lanjutnya, ada kemungkinan underpass bakal diresmikan bersamaan dengan peresmian YIA dan jalur rel kereta bandara. Kedua proyek nasional itu sebelumnya ditargetkan rampung pada pertengahan 2020.

"Untuk underpass bisa dibuka untuk umum, tidak harus menunggu peresmian. Kaya tol kan bisa fungsional, tanpa tarif dulu. Kalau ini kan jalan nasional, tanpa bayar jadi ya bisa kita manfaatkan," ucapnya.