Pria Penendang Nenek Miskin di Pasar Sleman Menyesali Perbuatannya

Kepala Dukuh Kranggan I Jogotirto Suharmadi saat menunjukkan rumah nenek Rubingah, Rabu (22/1/2020).-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
23 Januari 2020 18:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pria penendang nenek Rubingah di sebuah pasar di Sleman mengaku menyesali perbuatannya.

Ngadirin (60) mengaku emosi saat mendengar teriakan maling dari pedagang di pasar Potrojayan, Piyungan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ngadirin pun langsung lari mengejar Nenek Rubingah (60) hingga akhirnya menendang dan menyeret kausnya.

Peristiwa itu terjadi Senin (20/1/2020) sekitar pukul 05.30 WIB. Pagi itu nenek Rubingah disebut membeli bunga mawar, tapi belakangan nenek tiba-tiba merogoh buah mangga tiga kilo dan memasukkannya ke tas.

"Ceritanya itu mengejar, ada yang teriak maling. Saya tanya ke Rubingah maling mangga, ya? Lalu Rubingah bilang 'iya iya'," kata Ngadirin saat ditemui di Mapolsek Prambanan, Jalan Raya Prambanan-Piyungan KM 1, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Rabu (22/1/2020).

Ngadirin mengaku sudah meminta Nenek Rubingah pergi setelah mengembalikan mangga yang dicurinya. Namun, nenek itu malah kembali lagi ke pasar sehingga memantik emosinya.

"(Rubingah) Sudah disuruh pergi. Tapi lantas datang lagi, baru saat itu saya kejar," ucapnya.

Dia juga sempat tidak mengaku ketika ditanya soal menendang dan menyeret nenek Rubingah. Pria bertubuh kurus ini mengaku hanya menendang tas si nenek dan terkena di bagian tangan.

"Iya, saya nendang tapi tidak kena badan, kena tasnya saja. Nendang dua kali, nendang tas dan selanjutnya nendang tangan, lalu bawa ke kantor dan ketemu Bu Ketua Paguyuban. Pokoknya itu nendang karena emosional," bebernya.

Ngadirin tak menyangka jika perbuatannya itu menjadi sorotan. Dia mengaku terpancing emosi setelah sebelumnya mendengar teriakan maling, dan tak melihat pelakunya tua atau muda.

"Yang jelas terpancing karena ada teriakan maling, sudah tidak tahu lagi itu tua atau muda. Karena kalau maling di mana-mana mesti teriak ada maling ada maling, dah karena itu," jelasnya.

"Saya tidak tahu masyarakat mempermasalahan," sambung Ngadirin.

Dia kini mengaku menyesali perbuatannya. Ngadirin berjanji jika bertemu Nenek Rubingah, bakal minta maaf atas tindakannya itu.

"Iya saya menyesal. Saya belum bertemu lagi, kalau ketemu saya tidak akan lupa. Ya nanti kalau ketemu intinya saya mau minta maaf," tutur tutur Ngadirin.

Sebelumnya diberitakan, video nenek ditendang dan diseret kausnya viral itu berdurasi 30 detik. Salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun Twitter @merapi_news.

Dalam video itu, tampak seorang nenek berkaus biru, memakai tas berwarna putih hijau, menggunakan kain penutup kepala, dan menggunakan masker. Berdasarkan percakapan yang terekam dalam video itu, diduga nenek tersebut mencuri di Pasar Potrojayan Jalan Raya Piyungan, Potrojayan, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan.

Dalam video tersebut terdengar teriakan seorang pria yang menuduh si nenek mengutil. Pria itu juga tampak menendang si nenek. Dalam video itu, si nenek pun sudah berusaha meminta maaf. "Nyuwun ngapuro Mas, mboten siyos (saya minta maaf, Mas, tidak jadi)," kata si nenek.

Selain itu, ada teriakan-teriakan yang diduga dari pedagang lain dan membenarkan perbuatan si laki-laki. "Wo yo hoo nak ngutil. Pala wae nak ngutil, geret o metu ojo nang Pasar Gendeng (Hajar saja kalau mengutil. Seret keluar, jangan di Pasar Gendeng," ucap perempuan dalam video.

Tidak sampai di situ, masker dan kerudung si nenek direbut dan dilemparkan ke tanah. Sedangkan si nenek berulang kali meminta maaf.

Polisi sudah turun tangan, para pedagang pasar, perekam, hingga Ngadirin pun sudah dimintai keterangan. Meski belum menemukan Nenek Rubingah, polisi berjanji bakal mengusut kasus ini hingga tuntas.

"Tetap diperiksa dilakukan penyelidikan (kasus ini) untuk mencari siapa yang membuat viral. Kasus ini tidak akan berhenti tetap akan disidik secara tuntas baik yang melakukan kekerasan juga pencuriannya," kata Kasi Humas Polsek Prambanan, Aiptu Ahmad Muchlis saat ditemui di Mapolsek Prambanan Jalan Prambanan-Piyungan No 1, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Rabu (22/1/2020).

Sumber : Detik.com