Tersentuh Proyek Tol Jogja, 60 Meter Lebar Jalan Perempatan Monjali Bakal Dibebaskan

Ilustrasi jalan tol. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
28 Januari 2020 20:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan desain perubahan konstruksi tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen di atas Ring Road khususnya perempatan Monjali akan disampaikan saat sosialisasi rencana pembangunan jalan tol di Kecamatan Ngaglik, Sleman.

"Rencananya akan disosialisasikan mulai minggu kedua Februari mendatang. Mulai Kecamatan Depok, Ngaglik dan Mlati," katanya, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, lebar jalan di simpang Monjali secara umum untuk konstruksi sekitar 26 meter. Hanya saja luas area yang dibebaskan sekitar 60 meter. Konstruksi tol di Simpang Monjali katanya dibangun secara at grade tapi tidak menghilangkan persimpangan Monjali.

"Berapa luasan lahannya? Tunggu sosialisasi di Kecamatan Ngaglik. Ini untuk memastikan kebutuhan dan ketersediaan lahan," katanya.

Dia juga menjelaskan kondisi fly over Jombor tidak akan terganggu dengan konstruksi jalan tol Jogja-Solo. Menurut Krido, fungsi jalan tol Jogja-Solo dengan fungsi jalan Ring Road dan fly over Jombor merupakan hal berbeda. "Konstruksi jalan tol tidak akan mengganggu Ring Road," tegasnya.

Sebelumnya trase Tol Jogja-Solo yang melewati Ring Road Utara akan diubah. Semula, konstruksi tol di sepanjang Ring Road Utara akan dibuat elevated atau melayang. Namun, kini rencana itu berubah. Jalan tol akan dibangun di tanah atau at grade saat melewati sekitar simpang empat Monumen Jogja Kembali (Monjali). Alasan perubahan itu agar tol Jogja tak menabrak sumbu filosofi.