Dukung YIA Beroperasi Penuh, HIPKI DIY Bantu Siapkan SDM

Sejumlah pengurus HIPKI DIY berfoto bersama usai melakukan audiensi dengan Bupati Kulonprogo. - Ist/HIPKI DIY.
01 Februari 2020 12:27 WIB Sunartono Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) DIY mendukung beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA). Lembaga ini menyatakan kesiapannya dalam membantu penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal seiring akan dibutuhkannya banyak tenaga kerja di sekitar YIA.

Ketua DPD HIPKI DIY Anung Marganto menjelaskan pihaknya siap membantu dalam menyiapkan SDM lokal untuk menghadapi berbagai dampak beroperasinya YIA. Setelah beroperasi secara penuh akan banyak pusat ekonomi maupun bisnis di sekitar YIA yang diharapkan menggunakan SDM lokal.

"Dalam menyiapkan SDM ini kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk bidang kursus pelatihan, pemagangan, sertifikasi, koperasi, training center, maupun pendampingan. Pelatihan apapun kami siap membantu dinas, terutama di Kulonprogo dan jika di DPC kami di Kulonprogo pelatihnya kurang, kami bisa ambil dari daerah lain yang di DIY," ungkapnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (1/2/2020).

Terkait adanya kartu prakerja pihaknya berharap tidak mengurangi kuota untuk lembaga kursus dan pelatihan (LKP) maupun lembaga pelatihan kerja (LPK). Ia berharap sejumlah satuan pendidikan sejenis milik pemerintah seperti Balai Latihan Kerja (BLK) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) bisa bekerja sama untuk menghasilkan SDM yang unggul.

"Karena memang untuk mendapatkan program itu berat harus mendapatkan VIN [vocational identification number], NPSN [nomor pokok sekolah nasional] dan terakreditasi. HIPKI juga siap untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi dan kewirausahaan yang berkualitas. Jadi standar kami tentu yang berakreditasi bisa diberikan sharing program dari pemerintah kabupaten," katanya.

Pihaknya siap untuk uji kompetensi vokasi dan kewirausahaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Selain itu pelatihan kewirausaan oleh teknisi berkompeten memiliki sertifikat LSP dengan kualifikasi penguasa di bidang vokasi, praktisi coaching dan mentoring. Selain itu pihaknya siap menyediakan akses pelatihan dengan mengajak sejumlah LKP untuk mendapatkan akses permodalan.

Anung mengatakan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pemkab Kulonprogo bersama jajaran pengurus HIPKI pada Jumat (17/1/2020) lalu. "Kami sudah audiensi, kesiapan terkait lembaga dalam memberikan pelatihan sudah kami sampaikan ke Bapak Bupati dan pemkab menyambut baik, bahwa sinergi itu memang penting," ujarnya.