Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Tim dari Administrasi Pembangunan Setda Gunungkidul saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) melihat hasil revitalisasi Bangsal Sewokoprojo, Rabu (5/2/2020)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Tim Adiminstrasi Pembangunan Sekretaris Daerah (Setda) Gunungkidul menggelar inspeksi mendadak (sidak) revitalisasi Bangsal Sewokoprojo yang dibenahi pada 2019. Hasilnya, tim menemukan kondisi bangunan terkini belum sesuai dengan yang diharapkan.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Gunungkidul, Hermawan Yustianto, mengatakan jajarannya sudah melihat hasil revitalisasi Bangsal Sewokprojo. Hasilnya, kondisi bangunan masih banyak kekurangan mulai dari kerapian hingga proses pengecatan yang terkesan asal selesai. “Bisa dilihat sendiri bagaimana kondisinya,” kata Yus, sapaan akrabnya saat ditemui di kompleks Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Rabu (5/2/2020).
Dia menjelaskan ketidakrapian bisa dilihat dari pemasangan struktur kayu untuk atap. Jarak antara satu papan dengan papan yang lain terlihat masih ada celah sehingga ada kesan hanya asal pasang tanpa melihatkan unsur kerapian. “Kayu yang dipakai juga bermasalah. Karena kayu belum benar-benar kering, maka cat tidak mengilat dan terlihat kusam. Seharusnya kalau kayu benar-benar kering maka saat dicat akan mengilat,” katanya.
Mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) ini menyatakan beberapa temuan akan dijadikan rekomendasi untuk ditindaklanjut. Menurut dia, meski sudah menyerahkan hasil pengerjaan, tetapi rekanan masih memiliki tanggung jawab dalam pemeliharaan selama enam bulan setelah proyek diserahkan. “Hasil segera kami bahas, nanti dalam kurung seminggu rekomendasi sudah turun. Kalau melihat kondisi seperti itu, rekanan harus memperbaikinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.