Beda Klithih Dulu dengan Sekarang, Begini Kata Wali Kota Jogja ...

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti
06 Februari 2020 13:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Masyarakat Jogja sedang dibuat resah dengan kejahatan jalanan atau klithih yang marak terjadi belakangan ini. Bahkan aksi yang banyak melibatkan anak di bawah umut ini menjadi topik yang banyak dibicarakan netizen di dunia maya. Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti pun tak luput dari topik bahasan yang sedang panas itu.

Ia mengungkap klitih di zaman dahulu sangat berbeda dengan yang terjadi sekarang. "Klithih itu [artinya] bermain. [Kejahatan jalanan yang terjadi di Jogja]  itu [kejahatan jalanan] sudah bukan klithih lagi," kata Haryadi saat berbincang dengan Detikcom, Rabu (5/2/2020).

Menurut Haryadi, arti klithih adalah nongkrong atau bermain bersama teman. Bermain dalam artian yang positif dan tidak melakukan aksi kejahatan. "Klithih dalam bahasa asalnya nongkrong, jalan cari teman. Dulu ada klithih, karena dulu belum ada ponsel, mencari teman, jalan, klithih. Tapi yang sekarang berbeda. Jadi tindak kejahatan tapi juga disebut klithih, padahal bukan [seperti arti klithih zaman dulu]," ujar Haryadi.

Haryadi meminta kejahatan jalanan yang menjadi fenomena sosial di tengah masyarakat saat ini mengubah arti klithih menjadi negatif. "Ini yang jelas bahwa saya perlu luruskan, ini adalah kejahatan jalanan yang jadi fenomena sosial di tengah masyarakat,"tuturnya.

Jika berbicara klithih, perhatian tertuju pada DIY. Bahkan tagar #DIYdaruratklitih juga sempat masuk daftar trending topik di Twitter beberapa hari yang lalu. Bukan tanpa alasan, karena belakangan ini kasus klithih kembali marak terjadi di sejumlah tempat di DIY.

"Kami juga prihatin munculnya aksi klithih di Jogja dan ramai juga dibahas di media sosial," kata Haryadi.

Haryadi menyebut Pemkot Jogja tidak akan tinggal diam. Pihaknya berkomitmen turun tangan menangani dan menanggulangi aksi ini. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi secara internal dari tingkat pemerintah kota hingga kelurahan serta berkomunikasi dengan kepolisian dan TNI. "Akan kami tindak lanjuti. Ini komitmen kami kepada warga masyarakat. Kami koordinasi dengan Polri dan TNI juga, untuk membantu ungkap kasus kejahatan jalanan ini. Karena sudah menjadi fenomena sosial di tengah masyarakat DIY," ujarnya.

Sumber : detik.com