Jalan Jendral Sudirman Dijadikan Pedestrian, PKL Timur Tugu Bakal Digusur

Ilustrai kawasan pedestrian. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
10 Februari 2020 19:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan membangun pedestrian di kedua sisi Jalan Jendral Sudirman sisi barat atau sepanjang Jembatan Gondolayu sampai simpang Tugu Jogja. Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di sana akan dipindahkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwisutono, menjelaskan meski regulasi PKL berada di Kecamatan, sebagai tanggung jawab Pemkot atas pembangunan pedestrian, pihaknya akan membantu mencarikan lokasi baru bagi PKL. “Bisa dipindahkan, kemaren sudah koordinasi dengan Camat,” ujarnya, Senin (10/2/2020).

Pihakya saat ini sedang memetakan pasar mana yang memungkinkan untuk ditempati PKL. Ia menyebutkan Kota Jogja memiliki 30 pasar, namun yang menjadi prioritas tetap pasar terdekat dengan lokasi PKL itu saat ini, semisal di Pasar Pingit, Kranggan, Karangwaru atau terban. Jika di pasar-pasar itu tidak memungkinkan, baru akan dicarikan di pasar lain.

Meski demikian, ia berharap para PKL juga bisa menyesuaikan dengan aturan yang berlaku di masing-masing pasar, seperti jenis dagangan dan zonasi. Ia mencontohkan jika biasanya PKL menjual kuliner malam, maka di pasar perlu disesuaikan dengan jam operasional pasar.

Ia juga berharap agar pemindahan ini tidak semata ditangani Disperdag Kota Jogja, tapi juga OPD terkait lainnya. Semisal jika di pasar itu ada fasilitas yang perlu dibenahi, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) juga perlu ikut berperan.

“Akan kami komunikasikan, tergantung bagaimana Camat follow up. Jangan sampai penataan ini dianggap penggusuran, kami dari Pemkot berusaha mencarikan solusi. Kalau semisal Maret dieksekusi, kami bisa segera siapkan,” ungkapnya.

Camat Jetis, Sumargandi, mengatakan di wilayah itu terdapat 18 PKL yang beroperasi siang dan malam, dengan paling banyak menjajakan makanan. Pihaknya telah mensosialisasikan terkait pembangunan pedestrian ini pada Rabu (5/2/2020) lalu. “Tapi merek sudah mengerti, karena kami sebelumnya juga sudah sering menginfokasn,” katanya.

Ia mengarahkan para PKL ini untuk dipindah ke pasar sebab di wilayah Jetis kata dia sudah penuh semua. Namun jika PKL mau menempati lahan kosong milik warga seizin pemilik, asal tidak melanggar peraturan akan diperbolehkan.

Pengerjaan itu kata dia akan dimulai pada April dan ditargetkan selesai pada September, sehingga Oktober akan digunakan untuk Jogja Night Carnival. “Setelah jadi PKL dilarang di sana. Kalau selama pengerjaan akan kami komunikasikan dengan yang mengrjakan apakah mengganggu atau tidak,” ucapnya.