Vaksin Polio Kosong, Pemkab Sleman: Pekan Depan Bisa Jadi Stok Sudah Ada

Ilustrasi vaksin. - Reuters
10 Februari 2020 17:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Hingga kini kekosongan stok vaksin polio masih terjadi di seluruh Puskesmas di Sleman. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengklaim pekan depan vaksin polio sudah kembali diterima dari Pusat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Djoko Hastaryo mengatakan hingga kini dropping vaksin polio dari Kementerian Kesehatan masih belum dilakukan. Terhentinya pasokan vaksin dari Pusat tersebut dimungkinkan karena pengadaan yang dilakukan belum selesai. "Dropping vaksin polio dari Pusat [Kementerian Kesehatan] sementara terhenti, infonya pertengahan Februari baru datang lagi," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (10/2/2020).

Djoko menjelaskan jika stok vaksin polio di Puskesmas sudah terpenuhi, maka masyarakat bisa menggunakannya secara gratis. "Pelayanan vaksin polio di Puskesmas se-Sleman tetap gratis. Kalau di faskes [fasilitas kesehatan] swasta saya tidak tahu, mungkin saja bayar," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni. Dia menjelaskan kekosongan stok vaksin polio sebenarnya terjadi sejak September 2019. Hanya untuk memenuhi kebutuhan tersebut Pemkab pun melakukan pengadaan pembelian vaksin polio. "Pengadaan kami lakukan Desember [2019] kemudian digunakan selama Januari. Praktis kekosongan stok dari Pusat hanya saat Januari," katanya.

Kemenkes lanjutnya, berjanji akan mengirim stok vaksin polio pada pertengahan Februari ini. Jika sampai waktu yang dijanjikan stok vaksin polio masih terpenuhi, maka Dinkes akan melakukan pengadaan vaksin polio secara mandiri. "Ya seperti sebelumnya, kami akan lakukan pengadaan melalui e-catalog," katanya.

Novi menjelaskan kebutuhan vaksinasi polio untuk sekali suntik sekitar 1.400 pieces (pcs) per tahun. Lantaran bayi memerlukan tiga kali vaksinasi polio, maka dalam setahun dibutuhkan sekitar 4.000 pcs untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bumi Sembada. "Vaksin ini kan diberikan untuk bayi usia dua, tiga hingga empat bulan atau tiga kali pemberian," katanya.