Terjadi Tumbuk Ageng di Peringatan Takhta Sri Sultan HB X Tahun Ini, Apa Itu?

Putri Raja Kraton Jogja, GKR Hayu (kiri) dan GKR Bendoro (kanan) saat jumpa pers, di Hotel Royal Ambarrukmo, Sabtu (15/2/2020). Harian Jogja - Lugas Subarkah
15 Februari 2020 19:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tahun ini menjadi tahun istimewa bagi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pada Maret nanti peringatan kenaikan takhta atau Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X dalam tahun Masehi dan Jawa berdekatan. Peristiwa ini disebut dengan istilah Tumbuk Ageng.

KGPH Mangkubumi dinobatkan sebagai Sri Sultan HB X pada 7 Maret 1989 atau 29 Rejeb pada tahun Jawa. Setiap 29 Rejeb selalu digelar peringatan ulang tahun Tingalan Jumenengan Dalem yang terdiri dari serangkaian kegiatan adat seperti Ngebluk, Ngapem, Sugengan dan labuhan.

Berdasarkan perhitungan Masehi, setiap 7 Maret juga selalu digelar beberapa kegiatan peringatan penobatan Sri Sultan HB X.

Pada 2020 ini, 29 Rejeb jatuh pada 24 Maret, berada satu bulan dengan Tingalan Jumenengan Dalem menurut tahun Masehi. Tahun ini juga menjadi siklus windu keempat Tingalan Jumenengan Dalem.

Berdasarkan tahun Jawa, Tingalan Jumenengn Dalem kali ini sudah yang ke-32. Sedangkan menurut kalender Masehi, Sri Sultan HB X genap bertakhta selama 31 tahun.

Maret ini Kraton Jogja akan menggelar serangkaian kegiatan meliputi pameran budaya, simposium internasional, pertunjukan seni adiluhung serta kegiatan adat seperti Ngebluk, Ngapem, Sugengan dan labuhan. Sebagian kegiatan melibatkan masyarakat umum.

Putri Sri Sultan HB X sekaligis Tepas Tandha Yekti Kraton Jogja, GKR Hayu, menuturkan ide merayakan peringatan Jumenengan Dalem dengan melibatkan masyarakat umum dimulai pada tahun lalu, tepat 30 tahun Jumenengan Dalem menurut kalender Masehi. “Waktu itu kami coba membuat sesuatu, ternyata sambutan masyarakat sangat baik. Maka kami memutuskan untuk mengadakan peringatan ini setiap tahun,” katanya, Sabtu (15/2/2020).

Acara utama Tingalan Jumenengan Dalem tetap pada kegiatan adat, yang terdiri dari Ngebluk di Bangsal Sekar Kedhaton pada Minggu (22/3/2020), dilanjutkan Ngapem di tempat yang sama esok harinya. Dua kegiatan adat ini tertutup untuk publik.

Kegiatan adat yang terbuka untuk publik yakni Labuhan Parangkusumo dan Labuhan Deliph pada Rabu (25/3/2020), serta Labuhan Merapi dan Labuhan Lawu pada Kamis (26/3/2020). Keempat kegiatan ini rutin digelar setiap Tingalan Jumenengan Dalem selama ratusan tahun.

Selain itu, Tingalan Jumenengan Dalem tahun ini akan dimeriahkan dengan dua agenda besar, yakni simposium internasional dan pameran budaya. Simposium internasional yang akan dilaksanakan di Hotel Royal Ambarukmo pada Senin dan Selasa (9-10/3) mendatang mengangkat tema Busana dan Peradaban di Kraton Yogyakarta.

Simposium akan dibuka oleh Sri Sultan HB X, dan diawali dengan pertunjukan Beksan Lawung Ringgit persembahan KHP Kridhomardowo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dalam simposium ini, terdapat delapan pembicara tamu dari dalam dan luar negeri, serta delapan pembicara dari Call for Paper terpilih yang diikuti oleh akademisi, peneliti dan peminat budaya Jawa.