BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Ilustrasi. /JIBI-Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Sekitar delapan bulan jelang pelaksanaan Pilkada Serentak, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul terus berupaya mempercepat dan mengutamakan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) pemula. Bahkan pada Maret mendatang, Disdukcapil Bantul akan menggelar perekaman dan pencetakan KTP-el secara serentak.
Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugraha mengatakan dari total jumlah penduduk Bantul sekitar 950.000 orang, sebanyak 721.687 orang di antaranya adalah penduduk wajib KTP-el. Dari jumlah tersebut, kata dia, wajib KTP-el yang sudah merekam data sudah mencapai 99,6% atau sebanyak 718.939 orang.
Dengan begitu hanya sekitar 2.700 orang yang belum merekam data dan mencetak KTP-el. “Kebanyakan anak-anak pemula [warga yang baru berusia 17 tahun] yang belum merekam data. Makanya terus kami percepat,” kata Bambang, Senin (17/2/2020).
Upaya yang dilakukan untuk percepatan perekaman KTP-el adalah dengan sistem jemput bola di sekolah-sekolah, desa, serta menggelar perekaman data di acara-acara seperti car free day hingga perekaman massal yang akan diselenggarakan pada pertengahan Maret mendatang.
Sejauh ini dia mengklaim alat perekaman berfungsi dengan baik di hampir semua kecamatan. Begitu pula dengan ketersediaan blangko pun diakuinya tak ada masalah.
Itulah sebabnya, dia mengimbau kepada semua warga yang sudah berusia 17 tahun per 23 September mendatang atau saat hari pencoblosan untuk segera merekam data di kecamatan masing-masing.
Selain percepatan perekaman, Disdukcapil Bantul juga mempercepat pencetakan fisik KTP-el. Pasalnya hingga kini masih ada ribuan orang yang menggunakan surat keterangan (suket). Bambang mengatakan warga yang sudah merekam data memang tidak serta merta langsung bisa mencetak fisik KTP-el, tetapi perlu melalui tahapan, di antaranya adalah penunggalan data di Pusat. Ketika penunggalan data sudah selesai maka barulah keluar status print ready record (PRR) atau siap cetak.
“Kami menargetkan penyelesaian cetak PRR dan suket akhir bulan ini. Jumlahnya sekitar 15.000 keping. Setelahnya cetak KTP-el dilakukan secara harian,” ujar Bambang.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Musnif Istiqomah mengaku hingga kini belum memetakan pemilih pemula. Pemutakhiran data pemilih baru dilakukan pada Maret mendatang setelah ada penyinkronan antara data pemilih terakhir dengan data penduduk potensial pemilih pemilu atau DP4.
Ia meyakini pemilih dalam pilkada 2020 ini bertambah dibanding pemilu 2019 lalu. “Tapi pemilih pemula kan enggak hanya berusia 17 tahun. Pensiunan TNI-Polri yang baru menggunakan hak pilih juga masuk kategori pemilih pemula,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.
Prakiraan cuaca BMKG Senin didominasi hujan ringan dan berawan, dengan potensi gelombang 4 meter serta banjir rob.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.