Bakal Ada Trayek Wonosari-YIA lewat Jalur Selatan

Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
17 Februari 2020 16:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mulai mengkoordinasikan berbagai pihak untuk memberikan layanan transportasi menuju Yogyakarta International Airport (YIA) yang akan beroperasi penuh pada Maret 2020 mendatang. Salah satunya akan mengoperasikan trayek khusus jalur selatan dari Wonosari menuju YIA. Tetapi Organda DIY menyatakan pembuatan trayek jalur selatan harus mendapatkan subsidi dari pemerintah, jika tidak maka swasta akan kesulitan.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan pihaknya sudah koordinasi dengan para stakeholder mulai dari Dishub, PT KAI hingga maskapai terkait rencana pemindahan seluruh penerbangan dari Adisutjipto ke YIA. Pihaknya ingin memastikan bahwa akses menuju ke YIA bisa berjalan lancar. Oleh karena itu Pemda DIY sudah meminta berbagai pihak untuk memberikan dukungan transportasi, termasuk Kereta Api harus mulai memikirkan jumlah penumpang yang kemungkinan akan bertambah dibandingkan saat posisi YIA belum beroperasi penuh.

"Itu kami koordinasikan tentang rencana pesawat ada berapa, supaya dipakai referensi oleh para penyedia angkutan, nanti juga kami mohon supaya Angkasa Pura sudah mulai memikirkan city check in di mana. Kalau Damri juga sudah menyiapkan ada yang berangkat dari Sleman City Hall, [Stasiun] Tugu," katanya di Kepatihan, Senin (17/2/2020).

Aji menambahkan salah satunya yang dipikirkan adalah trayek selatan untuk memberikan akses kemudahan bagi warga dari selatan DIY yang ingin ke YIA. Oleh karena itu direncanakan ada angkutan dari Wonosari ke YIA yang lewat jalur selatan. Pengoperasian jalur ini akan melibatkan Organda DIY dan Damri.

"Kemarin [waktu rapat] berkembang bagaimana dengan jalur selatan, Pacitan Gunungkidul, ternyata sudah ada studi juga [terkait rencana] sekitar Alun-Alun Wonosari nanti ada angkutan, kami akan libatkan organda. Intinya kami ingin supaya orang tidak kesulitan ke arah YIA, kita akan manfaatkan jalan Wates maupun Srandakan," ujarnya.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan waktu peroperasian trayek Wonosari - YIA, tetapi berdasarkan estimasinya kemungkinan paling akhir dibandingkan operasional trayek lain yang menuju YIA. Alasannya sembari melihat permintaan untuk jalur selatan. Trayek itu kemungkinan akan lewatkan sejumlah kawasan wisata sisi selatan DIY, seperti Mangunan, Bantul.

"Menurut hitungan Organda dan Damri tampaknya [pengoperasian jalur selatan] belakangan dibuka, sembari menunggu permintaan, [yang jelas] sudah ada rencana [pengoperasian trayek selatan] seperti itu. Jalurnya selatan, misalnya Wonosari Imogiri lewat Mangunan yang banyak daerah wisata, mobilnya tidak perlu besar, misal cukup jumlah 15 atau 16 penumpang," katanya.

Ketua Organda DIY Hantoro mengatakan untuk pengoperasian jalur selatan dari Wonosari ke YIA dalam hitungan bisnis, swasta tidak akan mampu karena potensi permintaannya belum terlihat. Ia berharap jika trayek ini dioperasikan ada dukungan dari pemerintah. Sehingga untuk trayek ini memang belum bisa dioperasikan tetapi pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY bahwa nanti akan ada angkutan bandara yang akan difasilitasi Pemerintah Pusat.

"Kalau trayek terutama AKDP dari Wonosari ke Bandara [YIA] kami berbicara swasta ya, itu jelas tidak mampu, tetapi kalau ada campur tangan dengan pemerintah kami siap. Yang jelas sudah siap unit taksi," ujarnya.