Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Paguyuban Bank Sampah DIY memberikan pelatihan singkat kepada para pengunjung Selasa Wagen pedestrian Malioboro, Jogja, Selasa (18/2/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada Jumat (21/2/2020) mendatang, Paguyuban Bank Sampah DIY mengajak masyarakat Jogja untuk mengelola sampahnya. Salah satunya adalah dengan menggelar pelatihan 50 jenis pengolahan sampah di Malioboro saat digelarnya Selasa Wagen, Selasa (18/2/2020).
Pada momen tersebut, di sepanjang pelataran toko mulai dari depan Batik Margaria ke utara sampai simpang Pajeksan sejumlah kelompok bank sampah sibuk mempraktikkan pengolahan sampah menjadi bermacam kerajinan. Para pengunjung Malioboro pun banyak berkerumun melihat bagaimana proses pembuatan kerajinan.
Ketua Paguyuban Bank Sampah DIY, Istiaji, menjelaskan dalam kegiatan ini ada 50 jenis pelatihan pengolahan sampah baik organik maupun anorganik. "Yang organik seperti pembuatan pupuk, pelet. Kemudian yang anorganik ada tas, dompet, sandal, kalung, ecobrick dan lainnya," ujarnya.
Dia mengajak masyarakat mulai lebih peduli pada sampahnya dan melakukan pengelolaan sampah mandiri atau melalui bank sampah. Pengelolaan ini kata dia, berperan penting untuk membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Pelatihan ini bebas diikuti pengunjung Malioboro secara gratis. Untuk memasifkan kampanye pengelolaan sampah, pihaknya ke depan berencana menggelar pelatihan serupa di tempat dan waktu berbeda. "Kalau ada yang berminat di luar ini, bisa menghubungi sekretariat, kami akan siapkan trainernya," kata dia.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan musuh masyarakat di masa depan yang ada di sekitar kita adalah sampah yang tidak terkelola. Maka ia mulai mengubah paradigma pada masyarakat dari yang sebelumnya sampah dibuang menjadi sampah dikelola.
"Beberapa hari lalu di Jogja juga sempat muncul genangan air saat hujan deras disertai angin kencang. Genangan ini muncul karena selokan ternyata tersumbat sampah. Kalau sampah dikelola, tidak akan ada sumbatan, tidak ada genangan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Satu anggota OPM tewas dalam kontak tembak dengan TNI di Pegunungan Bintang saat operasi penangkapan terkait kasus pembunuhan warga sipil.
Tarif impor AS sebesar 10% untuk produk Indonesia mulai berlaku, sementara hasil investigasi excess capacity masih ditunggu pemerintah.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Alfamidi menyalurkan lebih dari 160.000 butir telur untuk 875 anak di 26 kabupaten/kota sebagai dukungan pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
FIFA menyiapkan dana kompensasi Rp6,38 triliun bagi klub yang melepas pemain ke Piala Dunia 2026. Klub bisa memperoleh miliaran rupiah untuk setiap pemain.