Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Petani di Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Hariyani, sedang memanen cabai di lahannya, Selasa (29/1).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pemerintah Kabupaten Kulonpogo memberdayakan 184 kelompok wanita tani (KWT) untuk menyalurkan bahan pangan dalam Program Sembako yang dulu disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
KWT yang tersebar di 12 kapanewon itu sejak bulan ini telah menyuplai sayur mayur ke E-Warong guna memenuhi kebutuhan 49.184 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program tersebut. Masing-masing KPM memperoleh sayuran dari produksi KWT meliputi terong, kacang panjang, buncis dan labu siam, yang jika dirupiahkan senilai Rp7.000 per bulan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo, Aris Nugraha mengatakan keterlibatan KWT dalam program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian, meningkatkan konsumsi sayuran KPM dan meningkatkan pendapatan keluarga KWT.
Lewat pemberdayaan ini, Aris mengharapkan bisa menjadi batu lompatan bagi KWT untuk dapat memasarkan produk sayurannya lebih luas lagi. "Seiring kemajuan pembangunan di Kulonprogo dapat menerobos pasaran yang lebih luas,” ujarnya, Senin (17/2/2020).
Salah satu KWT yang dilibatkan dalam program ini yakni KWT Anggrek Asri, Dusun Munggermalang, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh. Kelompok beranggotakan 33 wanita itu menyalurkan 285 paket sayur untuk 284 KPM di sejumlah E-Warong di Samigaluh.
Ketua KWT Anggrek Asri, Eka Prita Isnuari mengatakan keikutsertaan kelompoknya dalam program ini bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi keluarga, dan berpeluang memperluas pemasaran.
"Yang jelas ada kesempatan buat kami memperluas pasar, selain itu bisa meningkatkan perekonomian karena selain dikonsumsi sendiri, hasil panen yang berlebih sekarang bisa dijual ke E-Warong," ujarnya.
Namun demikian, di balik manfaat yang didapat, Prita mengaku KWT-nya masih mengalami sejumlah kendala. Salah satunya terkait minimnya lahan untuk ditanami sayuran. Selama ini KWT tersebut hanya mengandalkan lahan pekarangan rumah.
Hal itu membuat pihaknya cukup kesulitan memenuhi kebutuhan sayur mayur untuk program tersebut.
"Yang masih menjadi kendala kami jumlah sayur yang kami tanam belum dapat mencukupi karena hanya menanam di lingkungan pekarangan rumah, sehingga kami harus bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tanin yang berada di wilayah Samigaluh," ungkapnya. Untuk mengantisipasi hal itu, mulai bulan ini, KWT Anggrek Asri mulai menanam sayur mayur di lahan hamparan sawah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Sebanyak 55% dapur MBG telah bersertifikat higienis. Ribuan lainnya masih proses, sementara 1.152 dapur sempat disetop sementara.
SPMB Sleman 2026 hanya membuka jalur afirmasi untuk pemegang KKM. Simak pembagian kuota dan syarat lengkapnya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.