Ini Penyebab Sampah Masih Saja Muncul di Selokan Mataram

Seorang pengendara motor sedang melewati timbunan sampah liar Selokan Mataram, Jumat (08/03/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
19 Februari 2020 02:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN-- Balai Besar Wilayah Serayu-Opak (BBWSO) menyatakan jawatannya sudah berupaya untuk menghilangkan kehadiran sampah di Selokan Mataram yang berada di bawah supervisinya. Namun, upaya tersebut menjadi sia-sia jika warga juga masih membuang sampah secara sembarangan.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan BBWSSO, Sahril mengatakan jika penanganan sampah menjadi petugas Selokan Mataram. Secara periodik petugas melakukan upaya pembersihan aliran Selokan Mataram dari sampah-sampah yang ada.

"Penanganan sampah melalui petugas Selokan Mataram. Salah satu tugas mereka adalah mengatasi sampah dari masyarakat. Namun, intinya sampah ini tidak akan hilang jika warga sendiri tidak sadar kalau membuang sampah di Selokan Mataram itu tidak benar," ujar Sahril, Selasa (18/2/2020).

Kendati demikian, Sahril mengaku dalam melakukan upaya pembersihan sampah jawatannya terkendala jumlah personel yang terbatas. Hal itu menghambat upaya pembersihan sampah di Selokan Mataram.

"Petugas setiap hari membersihkan sampah di Selokan Mataram. Kalau ada sampah mereka mengambil tapi tidak akan cukup dengan begitu saja. Saluran air Selokan Mataram itu 32 kilometer. Petugasnya terbatas tidak bisa mengatasi sampah secara keseluruhan," jelasnya.

Sahril menegaskan, jika Selokan Mataram bukan tempat pembuangan sampah. Selokan Mataram adalah perpanjangan aliran air dan berfungsi sebagai pengairan kepada pertanian maupun peternakan warga di sekitar Selokan Mataram. "Petugas kami juga terbatas. BBWSO tidak bisa mengatasi sampah seorang diri," lanjutnya.

Namun demikian, jawatannya mengapresiasi langkah sayembara yang dilakukan oleh forum petani untuk menekan aksi buang sampah sembarangan di Selokan Mataram.

"Imbauan kepada masyarakat buanglah sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah dimana airnya berguna untuk irigasi lahan pertanian dan aspek kehidupan lainnya," tutupnya.