Bus Pariwisata Hantam Pikap dan Motor di Jalur Cinomati

Kondisi mobil pikap yang rusak setelah dihantam bus pariwisata dibawa ke Polsek Pleret, Sabtu (22/2/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
22 Februari 2020 14:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Cinomati, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Bantul, Sabtu (22/2/2020). Sebuah bus pariwisata Pandawa 87 tidak kuat menanjak di ruas 15 jalur tersebut, kemudian melorot dan menghantam pikap serta sepeda motor yang ada di belakangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, tetapi bagian depan pikap bernomor polisi AD 1832 PJ dan motor AB 4834 KG ringsek. Bagian belakan bus N 7115 W juga mengakami kerusakan. Kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan Kepolisian Sektor Pleret.

Kasi Operasional Search and Rescue (SAR) Distrik Bantul, Bondan Supriyanto mengatakan kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan itu terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Saat itu bus Pandawa 87 dari arah Pleret dan hendak menuju objek wisata hutan Pinus di Kecamatan Dlingo.

Namun sampai ruas 14 dan 15 bus tidak kuat menanjak, "Karena enggak kuat nanjak, dua kendaraan di belakangnya pikap dan motor remuk kunduran," kata Bondan, saat ikut membawa kendaraan yang terlibat kecelakaan di Mapolsek Pleret.

Bondan mengatakan ruas 14 dan 15 merupakan salah satu ruas yang masuk zona merah bahaya karena kondisi tanjakan cukup curam. Total ada 42 ruas di sepanjang jalur Cinomati atau jalur penghubung Kecamatan Pleret dan Dlingo tersebut. Dari semua ruas itu yang paling bahaya adalah ruas 14,15,16, dan 17 di wilayah Wonolelo Pleret.

Sementara wilayah Terong Dlingo yang paling bahaya ada di ruas 35 dan 36. "Lokasi kecelakaan bus pariwisata di sekitar 100 meter sebelum ruas 17, ruas yang paling curam dengan kemiringan samoai 45 derajat. Tapi ruas 14 dan 15 ini masuk zona merah atau zona bahaya, apalagi sopir tidak menguasai medan," ujar Bondan.

Sementara itu Edi Suyitno, pengemudi bus Pandawa 87 yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengakui belum hapal medan Jalur Cinomati. Ia melintasi jalur tersebut dengan modal peta aplikasi daring atau Google Map.

Rombongan bus yang membawa 21 penumpang tersebut sedang berwisata dari Surabaya ke Jogja. Sebelum kejadian, rombongan sempat berlibur ke pantai Indrayanti di Gunungkidul, kemudian kembali ke Jogja. Dalam perjalanan, rombongan memutuskan untuk mengunjungi wisata Hutan Pinus di Kecamatan Dlingo.

Dari Google Map yang dihidupkan di Jalan Jogja-Wonosari diarahkan menuju jalur Cinomati, "Saya baru lewat jalur [Cinomati] ini pertama. Dari google map diarahkan lewat sini," kata Edi.

Menurut Edi, sebelum bus yang dikemudikannya melorot, ia sudah ancang-ancang dengan menurunkan persneling. Namun sampai tengah tanjakan bus tidak kuat menanjak. Ia memerintahkan kernetnya untuk mengganjal ban dan berhasil sehingga bus berhenti di tengah tanjakan.

Ia juga mengetahui di belakang ada beberapa kendaraan. Saat akan melaju kembali bus tidak kuat, "Mundur lagi dan melompat [ pengganjal ban]," ucap Edi. Akhirnya bus terus mundur hingga menabrak pikap yang dikemudikan Aris Usman, dan motor yang dikemudikan Sudadi.

Laju bus baru berhenti setelah menabrak pambatas jalan dan jurang. Edi mengklaim kondisi rem kaki dan rem tangan masih berfungsi normal.

Sementara Anggota Satlantas Polsek Pleret Bripka Agus Riyadi mengatakan belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan tersebut. Pihaknya masih menyelidikinya, "Kami akan periksa saksi-saksi dulu dan mengamankan barang bukti," kata Agus.

Menurut Agus dalam kecelakaan itu satu orang mengakami luka di bagian dagu, yakni pengemudi pikap. Sementara pengemudi motor juga selamat karena sudah mengetahui bahwa bus di depannya tidak kuat menanjak sehingga ia menyelamatkan diri dan meninggalkan motornya yang kemudian tergilas bus.

Lebih lanjut Agus mengatakan kepolisian sudah lama mengimbau agar pengendara bus dan truk menghindari jalur Cinomati karena tingkat kerawanannya cukup tinggi, terlebih pengemudinya belum menguasai medan. Jalur aman menuju kawasan wisata Mangunan dan sekitarnya adalah lewat Jalan Imogiri-Mangunan atau jalur Patuk Gunubgkidul-Dlingo.